Studi mengenai konsumsi energi untuk pendidikan wort di ketel-wort pada proses pembuatan bir (Studi kasus di P.T.Delta Djakarta)
View/ Open
Date
1998Author
Marbun, Ade D Katerina
Tambunan, Armansyah H.
Metadata
Show full item recordAbstract
Pada proses pembuatan Bir, hasil akhir dari proses pemasakan adalah cairan ekstrak
malt yang dinamakan wort. Wort dididihkan di dalam panci yang dinamakan ketel-wort. Proses pendidihan wort menggunakan steam yang berasal dari ketel-uap.
Untuk mengetahui energi panas yang terpakai, satuan operasi dalam proses pendidihan wort dijabarkan dalam kebutuhan energi panas, sedangkan untuk mempelajari aspek penggunaan panas dilakukan studi tentang keseimbangan energi panas.
Hasil analisa memperlihatkan bahwa fluktuasi dari suhu awal wort yang akan dididihkan menyebabkan perbedaan kebutuhan panas dalam proses pendidihan wort di ketel- wort, begitu pula dengan perbedaan massa wort yang akan didihkan dan jumlah air dari wort yang menguap. Hal lain yang mempengaruhi adalah persentase plato. Plato adalah jumlah endapan (solid) yang terkandung di dalam suatu larutan. Di samping itu, panas yang hilang dari dinding juga mempengaruhi kebutuhan energi panas di ketel-wort.
Konsumsi panas rata-rata yang dibutuhkan untuk proses peningkatan suhu wort dan penguapan air untuk pemasakan wort pada satu hari (tanggal 7 Juli 1997) di ketel-wort adalah 7354120.1 kJ/jam atau 0.27 kJ/m3. Konsumsi panas rata-rata dari steam selama satu hari tersebut adalah 7355388.3 kJ/jarn.
Konsumsi panas rata-rata yang dibutuhkan dalam proses pendidihan wort di ketel- wort selama 7 hari pemasakan adalah sebesar 6892165.0 kJ/jam atau 0.29 kJ/m3, sedangkan konsumsi steam rata-rata yang dibutuhkan selama 7 hari tersebut adalah 6893433.2 kJ/jam.
Mutu uap yang dihasilkan selama 1 hari pemasakan bervariasi dari 0.9959 hingga 0.9991 dengan rata-rata sebesar 0.9972, sehingga laju pembentukan kondensat rata-rata yang diperoleh sebesar 530.77 kg/jam, sedangkan mutu uap rata-rata yang diperoleh selama 7 hari pengamatan adalah 0.9982 dengan laju pembentukan kondensat rata-rata sebanyak 338.74 kg/jam.
