Optimasi pemuatan dan pengangkutan krat teh botol pada angkutan non salesman PT.Sinar Sosro, Jakarta
Abstract
adanya berbagai macam krisis yang terjadi di Indonesia mengakibatkan persaingan yang sangat ketat antar industri minuman ringan. Untuk memenangkan persaingan tersebut maka perusahaan atau industri tersebut harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dengan cara penyediaan produk dalam jumlah dan waktu yang tepat yaitu dengan penanganan sistem pengangkutan yang tepat.
PT Sinar Sosro sebagai salah satu pelaku industri minuman ringan dalam bentuk teh kemasan botol, setiap harinya mampu memproduksi ± 85.000 krat teh botol. Dengan kondisi tersebut, maka PT Sinar Sosro memerlukan sistem pemuatan dan pengangkutan krat teh botol yang efektif dan efisien baik dari segi waktu maupun biaya. Adanya sistem tersebut akan mengoptimalkan hasil produksi teh botol dalam hal penyimpanan dan sarana pengangkutan.
Sistem pemuatan yang digunakan berkaitan langsung dengan sistem pengangkutan yang dipakai, karena jumlah krat yang dimuat harus sesuai dengan jenis dan kapasitas angkutan yang digunakan. Selain itu jika sarana angkutan yang dipakai efektif dan efisien, maka demikian juga dengan sistem pemuatannya. Oleh karena itu perlu adanya suatu kajian untuk mengoptimalkan pemuatan dan pengangkutan krat teh botol sehingga dapat diketahui sistem yang efektif dan efisien dari segi waktu, khususnya pada angkutan non salesman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan jumlah truk angkutan krat teh botol yang lebih lanjut dapat mengoptimalkan pekerjaan pemuatan krat teh botol dan melakukan studi waktu (time study) pemuatan dan pengangkutan krat teh botol.
Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisa masalah-masalah optimisasi pemuatan krat teh botol adalah pendekatan berencana. Menurut Thierauf & Klekamp (1975), pendekatan berencana dapat digunakan untuk menguraikan permasalahan seperti pertentangan-pertentangan secara obyektif, kebijaksanaan dan alternatif-alternatif yang mempunyai tujuan utama untuk mengembangkan serta menerapkan model-model kuantitatif pada masalah-masalah spesifik.
Pengumpulan data primer dilakukan untuk mengetahui data-data yang
diperlukan untuk permasalahan optimasi. Data-data diperoleh dengan melakukan pengukuran langsung di lapangan maupun dengan wawancara. Selanjutnya data-data tersebut diubah menjadi bentuk model matematis pemrograman linier untuk masalah optimisasi jumlah truk angkutan teh botol. Model pemrograman linier selanjutnya diselesaikan dengan metode simpleks dengan menggunakan perangkat lunak komputer AB:POM. ...
