Rancang bangun dan pengujian prototipe alat pemupuk mekanis untuk tebu lahan kering
View/ Open
Date
2005Author
Aspriyono, Eko
Setiawan, Radite Praeko Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Tebu adalah komoditi yang penting di Indonesia. Tebu adalah bahan baku
gula yang merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok di Indonesia. Luas
lahan tebu di Indonesia mencapai 143352 ha. Perkebunan tebu merupakan
pengguna lahan terbesar ketiga setelah perkebunan kelapa dan karet.
Pemupukan tanaman tebu penting untuk dilakukan karena tebu menggunakan
pertumbuhan tanaman sebagai ujung tombak produksinya (Supardiman, 1983).
Karena ukuran lahan yang luas, kegiatan pemupukan tebu menggunakan alat
pemupuk yang memiliki kapasitas besar.
Pabrik Gula Jatiroto telah menggunakan alat dan mesin dalam melakukan
kegiatan budidaya antara lain kegiatan pengolahan tanah, pembuatan saluran dan
pemupukan. Untuk kegiatan pemupukan tersebut, PG Jatiroto menggunakan
SUBFA (Sub Soiler Fertilizer Applicator). Alat ini dioperasikan dengan sistem
penjatahan manual, dua alur pemupukan dan memiliki kapasitas lapang 0.203
ha/jam (Herlin, 2004). Alat tersebut dinilai memiliki kapasitas yang kecil
dibandingkan tenaga traktor yang digunakan berkisar 80 hp. Sehingga dinilai
perlu untuk membuat alat pemupuk dengan kapasitas yang lebih baik.
Alat pemupuk mekanis yang dibuat harus memiliki kemampuan menjatah
pupuk dengan baik. Kapasitas alat harus lebih besar dengan kapasitas lapang yang
lebih besar. Secara umum kriteria dari alat pemupuk ini adalah : 1) Pemupukan
pada tanaman berketinggian 20-30 cm dengan jarak tanam 115 cm, 2) dosis pupuk
adalah 900-1200 kg/ha untuk Ratoon dan 450-600 kg/ha untuk plant cane, 3)
dapat memotong akar, 4) traktor yang digunakan berdaya 80 hp. 5) Melebihi
kapasitas sebelumnya yaitu 0.203 ha/jam. ...
