Pengaruh jarak tanam dan letak lateral pada sistem irigasi tetes terhadap pertumbuhan tanaman tebu (Saccharum Officinarum L.)
Abstract
Tanaman tebu (Saccharum Officinarum L.) adalah salah satu tanaman penting penghasil gula. Gula merupakan salah satu dari sembilan bahan pangan pokok rakyat Indonesia. Untuk menaikkan produksi gula dikembangkan intensifikasi, rehabilitasi dan modernisasi pra sampai pasca panen disamping mendirikan pabrik-pabrik gula baru di luar Jawa.
Air merupakan faktor pembatas terutama pada daerah. perkebunan lahan kering. Salah satu sistem irigasi yang diterapkan adalah irigasi tetes.
Penelitian ini bertujuan menghitung keseragaman aliran penetes tipe inline dripper, membandingkan evapo- transpirasi aktual tanaman tebu dan menghitung laju pertambahan jumlah kecambah pada 5 macam perlakuan jarak tanam dan jarak lateral.
Tanaman tebu tergolong kelompok mesofit yang lebih toleran terhadap kondisi kekurangan air. Lama pertumbuhannya umumnya 15 sampai 16 bulan dengan kedalaman perakaran sampai 2 m. Pemberian air irigasi dengan sistem irigasi tetes bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman tanpa harus membasahi keseluruhan lahan. Kehilangan air akibat penguapan yang berlebihan bisa direduksi
sehingga efisiensi pemakaian air mendekati 100%. Keseragaman aplikasi air terhadap tanaman dipengaruhi oleh keseragaman debit aliran dari penetes.
