Uji coba pembukaan lahan pemukiman transmigrasi pada lahan basah tanpa (minimum) pembakaran di Mesuji Atas, Propinsi Lampung
Abstract
Penyiapan prasarana pemukiman adalah rangkaian kegiatan pekerjaan dan merupakan suatu sistem yang hasilnya sangat menentukan kelayakan sebagai tempat pemukiman, lahan usaha serta pengembangan lebih lanjut dikemudian hari. Metode teknik penyiapan lahan merupakan bagian dari rangkaian dan sistem pekerjaan tersebut adalah produk studi pada awal tahun 1980 yang dirasakan perlu adanya perbaikan-perbaikan sesuai tuntutan waktu. Sering terjadinya kebakaran hutan akibat pembukaan hutan dan kurangnya nilai kayu akibat pembakaran yang tidak terkontrol, maka perlu diterapkan suatu metode pembukaan lahan yang dapat mengatasi masalah tersebut diatas, yakni dengan metode tanpa (meminimumkan) pembakaran.
Penelitian ini bertujuan membandingkan metode lama. dengan metode yang diujikan dari segi kapasitas dan biaya pembukaan lahan beserta dampak yang ditimbulkannya. Selain itu dipelajari juga nilai finansial kayu di dalam plot percobaan Dipelajari juga nilai akhir dari masing-masing metode yang diujikan.
Ujicoba pembukaan lahan basah dilakukan dengan tiga metode dengan 3 sampai 4 petak ulangan. Analisa ditekankan pada analisa biaya.
Biaya pembukaan lahan basah di SP-5 Mesuji Atas, untuk metode pembakaran secara manual sebesar Rp. 184,051,-/Ha. Metode tanpa pembakaran secara manual Rp.492,849,-/Ha dan metode tanpa pembakaran secara semi mekanis sebesar Rp. 912,028,-/Ha.
Biaya kontrak pembukaan lahan metode semi mekanis berda- sarkan analisa titik impas pembukaan lahan adalah Rp. 912,028,-/ha dengan luas minimum 12 hektar. Besarnya NPV pada analisa kelayakan proyek selama lima tahun dengan manfaat sesuai dengan biaya kontrak pada titik impas adalah Rp. 6,048,120,, BCR = 1.1 dan IRR = 17%.
