Pengaruh pemberian kotoran sapi, dan bokashi dengan penanaman kacang tanah (Arachis hipogeae L.) dalam meminimalkan erosi dan limpasan serta meningkatkan produksi
View/ Open
Date
2002Author
Koesmarjaya
Sukartaatmadja, Sukandi
Hardjoamidjojo, Soedodo
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanah pertanian yang terus-menerus ditanami akan mengakibatkan penurunan kemampuan produksi jika tidak memperhatikan sistem pengolahan yang baik dan tepat. Penurunan produktivitas ini sangat berkaitan dengan menurunnya kesuburan tanah dan terjadinya gejala erosi. Perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanah salah satunya adalah dengan pemberian pupuk organik.
Penelitian masalah khusus ini bertujuan untuk mengetahui berapa hesar perbandingan erosi dan limpasan yang terjadi antara lahan yang diberi pupuk dan ditanami dengan lahan kosong (tanah olah tanpa ditanami) melihat lahan yang memiliki tingkat erosi dan limpasan paling minimum tetapi memiliki produksi tanaman maksimum serta penentuan jenis pupuk yang memberikan hasil optimal.
Penelitian dilakukan pada tanah latosol dramaga dengan menggunakan
lahan yang terdiri dari delapan petak percobaan berukuran 22 m x 2.5 m dengan
kemiringan lahan sembilan persen. Penelitian yang dilakukan menggunakan
empat perlakuan dengan dua kali ulangan. Perlakuan A adalah kontrol dibiarkan
terbuka tidak ditanami dan tidak diberikan pupuk organik. Perlakuan B diberikan
pupuk bokashi sebanyak 10 ton/ha dan ditanami kacang tanah. Perlakuan C diberi
kotoran sapi (pupuk kandang) sebanyak 30 ton/ha dan ditanami kacang tanah.
Perlakuan D diberi kompos sebanyak 40 ton/ha dan ditanami kacang tanah.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap.
Berdasarkan hasil pengukuran menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dan penanaman kacang tanah mempengaruhi besamya limpasan dan erosi tanah pada lahan. Jumlah limpasan dan erosi pada perlakuan A lebih besar dibandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu sebesar 688,52 lt/55m² dan 8,517 kg/55m².
