View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agricultural and Biosystem Engineering
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agricultural and Biosystem Engineering
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kontrol elektronik untuk alat pencuci kentang (Solanum tuberosum L.)

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (13.69Mb)
      Date
      2002
      Author
      Santika, Opang
      Sarwono, Susilo
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pada masa sekarang ini kentang telah menjadi makanan pokok dunia selain padi, gandum, dan jagung. Jumlah kentang yang dibutuhkan oleh industri pengolahan makanan setiap tahunnya makin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran kentang olahan maju dengan pesat. Meskipun mengakibatkan pemasaran kentang segar untuk konsumsi menurun setiap tahunnya, tapi permintaan akan kentang secara keseluruhan tetap meningkat. Hasil olahan kentang (processed potatoes) dipasaran dunia umumnya berupa pati dan tepung (starch & flour), kentang kering (dehydrated), kentang beku (frozen), olahan kentang dalam kaleng (canned potatoes), keripik kentang (chip & sticks), "hash, stews & soups". Pada proses pengolahan kentang, kentang yang telah dipanen biasanya dibiarkan beberapa saat di lapangan, sehingga tanah yang menempel pada umbi akan kering dan terkelupas dari kulit umbi. Kentang ini telah dianggap bersih dan langsung dibawa ke gudang untuk disortasi. Padahal tanah yang menempel pada kulit umbi masih tetap ada, sehingga kentang harus tetap dicuci. Pencucian ini dilakukan untuk membersihkan sisa tanah yang menempel pada kulit umbi kentang. Sehingga bisa menghilangkan bakteri yang terkandung pada tanah yang menempel pada umbi kentang. Hasil-hasil pertanian seperti buah-buahan dan sayur-sayuran yang berkulit keras harus dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Kotoran ini bisa berupa tanah yang menempel, sisa pestisida, dan benda asing lainnya. Kontrol dengan putaran terbuka adalah bentuk yang paling sederhana, murah, dan sesuai untuk berbagai pemakaian. Dalam sistem ini terdapat inisialisasi aksi namun tidak ada umpan balik, atau sistem tidak dapat mengubah aksi itu ketika bereaksi (Woollard, 1993). Sistem ini memiliki ciri adanya penggunaan saklar, katup dan lain-lain.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137607
      Collections
      • UT - Agricultural and Biosystem Engineering [3593]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository