Penentuan suhu pemingsanan beberapa jenis ikan dan uji performansi peti kemas transportasi sistem kering
View/ Open
Date
2002Author
Syuaib, Linda Rahmawati
Herodian, Sam
Hariyadi, Sigid
Metadata
Show full item recordAbstract
Suatu sistem teknologi dibutuhkan untuk menyediakan udang dan ikan ke konsumen, baik di dalam maupun di luar negeri dengan tetap mempertahankan mutunya. Dalam hal distribusi dan pengangkutan (transportasi), penanganan komoditi hidup lebih menguntungkan karena biaya penanganannya lebih rendah dibandingkan dengan penanganan dalam bentuk beku yang membutuhkan energi pembekuan cukup besar, yaitu 3107.8395 kJ untuk 8.15 kg udang..
Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh suhu pembiusan yang tepat dengan metoda pendinginan bertahap pada beberapa jenis ikan, yaitu ikan patin. ikan lele, ikan mas dan ikan nila. Dan juga untuk memperoleh suhu ruang kemasan selama penyimpanan yang mampu menghasilkan tingkat kelulusan hidup yang tinggi untuk ikan patin dan ikan lele.
Dalam penelitian ini bahan yang digunakan adalah udang windu tambak (Penaeus monodon Fab.) ukuran 40 ekor per kg, yang diambil dari Cilincing, Jakarta Utara, ikan patin dengan ukuran tiga ekor per kg, ikan lele ukuran tiga ekor per kg, ikan nila dan ikan mas dengan ukuran lima ekor per kg, yang masing-masing diambil dari Dinas Perikanan, Sindang Barang, Bogor. serbuk gergaji diperoleh dari penggergajian kayu di daerah Leuwiliang, Bogor yang berasal dari kayu jeungjing. Peralatan yang digunakan adalah peti kemas berukuran 130 cm x 90 cm x 90 cm, kotak styrofoam berukuran 52 cm x 37 cm x 33 cm dengan ketebalan 2.5 cm sebagai kemasan. instrumen kontrol PID. termometer digital, water chiller, bak pemingsan (Anasthesis hox) dengan alas yang berbentuk persegi panjang yang berdimensi 1m x 0.5 m x 0.5 m terbuat dari stainless steel, timer, aerator, ember, selang air, mistar dan timbangan.
Penelitian ini dilakukan dalam tiga rangkaian perobaan utama, yaitu pengambilan dan persiapan udang windu, ikan patin, ikan lele, ikan mas dan ikan nila, penentuan suhu pembiusan dan pengaruh suhu ruang kemasan.
Dari hasil penelitian diperoleh pemingsanan untuk ikan patin 13°C. ikan lele 10°C, ikan mas 7.7°C dan ikan nila 11.3°C. Ikan patin tidak dapat bertahan lama dalam penyimpanan karena sebagian besar mati pada sat dibongkar. Sedangkan ikan lele dapat menghasilkan kelulusan hidup 100 persen pada penyimpanan dengan suhu ruang kemasan 15°C selama 10 jam. Untuk ikan mas dan ikan nila hanya dilakukan pembiusan dan setelah disadarkan tingkat kelulusan hidupnya dapat mencapai 100 persen.
