View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Isolasi senyawaan fenol dari metabolit ekstranseluler cendawan seleroderma columnare

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (6.489Mb)
      Date
      1998
      Author
      Sirait, Wasinton
      Irawadi, Tun tedja
      Darusman, Latifah K.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Scleroderma columnare adalah cendawan yang potensial menghasilkan senyawa antibakteri. Cendawan ini dapat dibiakkan pada media sintetik baik media padat maupun dan media cair, misalnya media malt ekstrak (ME) dan media campuran (MC). Salah satu kelompok senyawa yang diharapkan berfungsi sebagai antibakteri adalah senyawaan fenol yang merupakan metabolit ekstraseluler Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi dan uji kualitatif senyawa fenolik, pemisahan dengan kromotografi lapis tipis (KLT) dan analisis spektrum ultra violet (UV). Ekstraksi terhadap senyawa fenolik dilakukan dengan mempergunakan etil asetat, dietil eter, dan kloroform. Etil asetat merupakan pengekstrak terbaik karena menghasilkan ekstrak dengan intensitas warna terbesar dan memberi uji positif terhadap senyawa fenolik dengan FeCl3. Pemisahan dengan KLT terhadap ekstrak etil asetat, menghasilkan tujuh spot senyawa fenolik dari media ME dan lima spot dari MC dengan pengembang terbaik adalah benzena etil asetat asam format (4,5 3,5 2). Setiap spot memiliki warna yang ber- beda, dan memberi uji positif terhadap senyawa fenolik. Spektrum UV ekstrak senyawa fenolik baik yang dilarutkan dalam etanol maupun metanol, me- munculkan pita serapan pertama pada daerah 207-230 nm, daerah ini menunjukkan serapan gugus feno- lik. Ekstrak senyawa fenolik dari media ME, yaitu spot 5, 6, dan 7 memunculkan dua pita serapan. Secara umum pola spektrum spot 2, 3, dan 4 hampir sama. Pola spektrum UV spot fenolik dari media campuran baik dalam etanol maupun metanol hampir sama tetapi intensitas/absorbansi dalam metanol lebih besar dari etanol. Pita serapan spektrum dipengaruhi oleh pelarut yang digunakan, hal ini dapat dilihat dengan jelas pada spot 5, 6, dan 7 dari media ME. Bila dibandingkan spot 5, 6, dan 7 dengan senyawa skopoletin o-kumarat, emodin, atau 6-metil-1, 2, 4-benzenatriol menunjukkan adanya ke- miripan pola spektrumnya. Dari hasil penelitian menunjukkan penggunaan media kultur yang berbeda dapat mempengaruhi metabolit ekstraseluler yang dihasilkan. Cendawan Scleroderma columnare lebih baik dibiakkan pada media ME. Berdasarkan uji kualitatif senyawa fenolik dengan FeCl, dan analisis spektrum UV dapat disimpulkan bahwa cendawan Scleraderma columnare yang dibiakkan dalam media ME diduga menghasilkan senyawa fenolik sebanyak tujuh macam sedangkan MC ada lima macam.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136064
      Collections
      • UT - Chemistry [2299]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository