Efek tepung cangkang rajungan terhadap kecernaan bahan kering, Ca, dan Zn pada tikus putih (Rattus norvegicus)
View/ Open
Date
2005Author
Lestari, Ambar
Parakkasi, H. Aminuddin
Warsono, Irba Unggul
Metadata
Show full item recordAbstract
Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditi perikanan yang saat ini mengalami peningkatan produksi sehingga volume limbah yang dihasilkan meningkat. Cangkang rajungan merupakan limbah yang dihasilkan dari pengalengan rajungan yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitarnya. Cangkang rajungan memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi diantaranya P, Ca, Cu, Fe, Zn, Mn dan Mg. Selain itu cangkang rajungan juga mengandung sejenis polisakarida berupa khitin.
Tikus putih (Rattus norvegicus) merupakan hewan percobaan yang sengaja dipelihara dan dikembangkan untuk dipakai sebagai hewan model guna mempelajari atau mengembangkan berbagai macam bidang ilmu dalam skala penelitian atau pengamatan laboratorik. Tikus termasuk hewan mamalia, oleh sebab itu dampaknya terhadap suatu perlakuan mungkin tidak jauh berbeda dibanding dengan mamalia lainnya.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2003 di bagian Nutrisi Ternak Daging dan Kerja, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih berumur 6 minggu yang kemudian dibagi menjadi 3 ulangan dan 5 perlakuan, tiap ulangan terdiri atas dua ekor tikus yaitu jantan dan betina yang kemudian akan dipelihara selama 6 minggu. Ransum penelitian yang diuji cobakan terdiri dari 5 macam yaitu ransum dengan 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% tepung cangkang rajungan masing-masing disebut RO, R1, R2, R3 dan R4.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan penambahan cangkang rajungan pada taraf 15% dapat meningkatkan kecernaan bahan kering (P<0,01) dan kecernaan Zn optimal dicapai pada penambahan cangkang rajungan pada taraf 10% (P<0,01), sedangkan penambahan cangkang rajungan pada taraf 20% dapat meningkatkan kecernaan Ca (P<0,01).
