Persentase bobot karkas, pH, dan performan organ dalam ayam broiler dengan ransum mengandung Potassium-Diformat
Abstract
Antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan dalam pakan dapat meningkatkan produksi dan pertumbuhan ternak serta mengefisiensikan penggunaan pakan. Penggunaan antibiotik melebihi batas maksimal dan tidak terkontrol dapat meninggalkan residu pada produk yang dihasilkan dan menyebabkan kerugian pada manusia. Oleh karena itu digunakan potassium-diformat sebagai alternatif pengganti antibiotik yang aman bagi konsumen. dang-
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian potassium-diformat dalam ransum terhadap bobot karkas, pH saluran pencernaan, bobot, dan panjang organ dalam pada ayam broiler. Rancangan percobaan yang dilakukan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P1 (ransum basal tanpa pemberian potassium-diformat dan antibiotik), P2 (ransum basal +0, 5% potassium- diformat), P3 (ransum basal + 1% potassium-diformat), P4 (ransum basal + 1,5% potassium-diformat), P5 (ransum basal + 0,01% antibiotik). Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Analisa Ragam (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal.
Penambahan potassium-diformat dan antibiotik dalam ransum perlakuan tidak mempengaruhi persentase bobot karkas, lemak abdominal, organ dalam, panjang relatif saluran pencernaan dan pH rempela, tetapi penambahan potassium- diformat berpengaruh pada penurunan pH saluran pencernaan (tembolok, proventikulus, duodenum, jejenum, ileum, usus besar dan seka). Disimpulkan bahwa penambahan potassium-diformat 0,5 ;1 ;1,5% dan antibiotik tidak mempengaruhi persentase bobot karkas dan performan organ dalam, namun dilihat dari penyusutan bobot badan ayam setelah dipuasakan selama 12 jam perlakuan yang diberi penambahan potassium-diformat memiliki penyusutan bobot badan lebih kecil dari perlakuan kontrol dan antibiotik.
