View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh perendaman embrio dalam larutan hormon triiodotironin terhadap kelangsungan hidup, derajat penetasan dan perkembangan larva ikan betutu (oxyeleotris marmorata Blkr.)

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (1.649Mb)
      Date
      1998
      Author
      Hartono, Dwi Puji
      Kusumastanto, Tridoyo
      Djokosetiyanto, D.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ikan betutu merupakan kornoditas air tawar yang rnerniliki nilai dagang yang tinggi karena dagingnya yang tebal dan cita rasa yang enak. Seiring dengan meningkatnya permintaan, maka pengaclaan ilcan betutu rnelalui kegiatan budidaya tengah cligalakkan. Upaya dimulai clengan penyediaan benih. Kendala yang sering ditemui dalarn penyecliaan benih ini aclalah kelangsungan hidup yang sangat rendah terutarna pada larva yang baru menetas. Oleh karena itu dilakukan berbagai upaya perbaikan, antara lain dengan rnempercepat penyempurnaan proses metarnorfosa larva. Zat yang dipakai dalam proses ini adalah horrnon triiodotironin. Penelitian ini bertujuan untuk rnengetahui pengaruh hormon triiodotironin terhaclap kelangsungan hidup larva. Selain itu juga diamati pengarulmya terhadap derajat penetasan, perturnbuhan serta perkernbangan larva ilcan betutu melalui perendaman pada fase embrio. Tempat penelitian aclalah Kolarn Percobaan Babakan Darmaga, jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilrnu Kelautan, IPB, mulai bulan Maret sampai Mei I 998. Induk ikan betutu dipelihara di kolam yang juga berfungsi sebagai ternpat pernijahan. Ke dalarn kolam diletakkan sarang yang terbuat dari asbes yang berbentuk prisma dengan ukuran 30 x 30 cnl. Induk yang mernijah akan rnenernpelkan telur di sisi sarang. Telur yang rnenempel dipindahkan dan cliinkubasi hingga embrio meneapai fase bintik mata. Pada fase ini dilakukan perlakuan perendarnan dengan dosis 0, 0.01 ppm. 0.1 ppm dan 1 ppm dalam akuariurn dengan ukuran 20 x 20 x 20 cm³ dengan volume air 6 liter selama tiga jam. Setelah direndam, telur dipindahkan ke akuarium dengan ukuran 40 x 40 x 40 crn³ clengan volume air 48 liter hingga menetas. Setelah menetas pengarnatan dilakukan setiap
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132277
      Collections
      • UT - Aquaculture [2191]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository