Kajian efektifitas penerapan irigasi/pompa air tanah dangkal
Abstract
Salah satu upaya pengembangan lahan irigasi adalah pemanfaatan potensi air tanah dangkal dengan menggunakan pompa air. Pengembangan sistem irigasi pompa merupakan salah satu cara yang dapat mengatasi keterbatasan sumber daya air untuk irigasi, terutama pada daerah-daerah yang memiliki potensi air tanah dangkal untuk dikembangkan. Kajian efektifitas irigasi/pompa air tanah dangkal ini diperlukan dalam rangka menilai efektifitas penerapan irigasi pompa/air tanah dangkal untuk pertanian berskala kecil.
Penelitian masalah khusus ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas penerapan irigasi/pompa air tanah dangkal pertanian berskala kecil di 25 kabupaten dengan faktor pembeda tipe iklim, debit sumur dan ukuran pompa yang meliputi beberapa indikator kajian yaitu: satuan kebutuhan air (SKA), debit pemompaan, jumlah pemberian air, kecukupan jumlah pemberian air, pola tanam, intensitas tanam dan. luas oncoran.
Tahapan awal penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan dan melakukan kajian data sekunder dengan cara mengklasifikasikan lokasi studi literatur (25 kabupaten) ke dalam beberapa kategori sesuai dengan batasan masing-masing faktor pembeda. Kemudian mengkaji setiap nilai indikator berdasarkan masing-masing kategori lokasi. Hasil pengelompokan tersebut disajikan pada suatu tabel dan grafik kecenderungan (trend). Tahapan kedua penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan dan melakukan kajian data primer pada lokasi studi kasus (Kabupaten Karawang). Kemudian melakukan kajian setiap nilai indikator berdasarkan masing- masing kategori lokasi. Hasil akhir dari penelitian masalah khusus ini adalah membuat suatu tabel dan grafik kecenderungan dari setiap indikator kajian sehingga dapat menggambarkan efektifitas penerapan irigasi/pompa air tanah dangkal.
Menurut klasifikasi iklim Oldeman, wilayah studi termasuk ke dalam zona agroklimat C2 sampai E4. Nilai SKA rata-rata pada wilayah studi dengan tipe iklim E relatif lebih kecil dibanding dengan nilai SKA rata-rata pada wilayah studi dengan tipe iklim C dan D. Hal ini memberikan indikasi adanya kecenderungan petani pada wilayah yang relatif kering, menerapkan pola tanam hemat air dengan resiko penurunan hasil panen. Variasi nilai debit pemompaan lebih terkait dengan potensi : sumur dibanding dengan faktor pembeda ukuran pompa. Petani cenderung kurang tepat dalam memilih ukuran pompa yang sesuai dengan kapasitas sumur…
