Faktor-faktor yang mempengaruhi remaja kalangan menengah ke atas dalam memilih makanan: kasus di SMU Charitas dan Tarakanita II di DKI Jakarta
View/ Open
Date
1997Author
Dewi, Fenny Intani
Wirakusumah, Emma S.
Retnaningsih
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi remaja kalangan menengah ke atas dalam memilih makanan.
Penelitian dilaksanakan di SMU Charitas dan SMU Tarakanita II di Propinsi DKI Jakarta, pada bulan Oktober sampai November 1995. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Jenis data yang dikumpulkan adalah: faktor individu yang meliputi jenis kelamin dan pengetahuan gizi, faktor makanan yang meliputi penilaian contoh terhadap makanan (cita rasa, nilai sosial makanan, cara penyajian makanan); faktor lingkungan yang meliputi keluarga, teman sebaya, gaya hidup dan informasi pangan. Data konsumsi makanan diperoleh dengan metode recall selama dua hari berturut-turut (2x24jam).
Analisis data dilakukan secara deskriptif dan statis- tik. Data mengenai jenis kelamin yang meliputi pemilihan makanan yang berbeda antara contoh laki-laki dan perempuan dianalisis secara deskriptif. Hubungan antara pengetahuan gizi dengan energi, protein dan lemak dianalisis dengan menggunakan program minitab. Data mengenai faktor makanan diolah dengan metode skoring kemudian dianalisis secara deskriptif, demikian pula dengan data mengenai faktor lingkungan.
Untuk mengetahui besarnya konsumsi energi, protein dan lemak dihitung dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (1988). Sedangkan untuk menghitung tingkat konsumsi energi, protein dan lemak dibandingkan dengan angka kecukupan gizi yang dianjurkan berdasarkan widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (1993) dan dinyatakan dalam persen.
Dari hasil penelitian ini tampak bahwa konsumsi makanan utama contoh laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan, sedangkan untuk konsumsi makanan selingan ternyata konsumsi contoh perempuan lebih besar dibanding- kan laki-laki. Sebagian besar contoh memiliki pengetahuan gizi sedang dan dari uji regresi linier diketahui bahwa pengetahuan gizi menunjukkan hubungan yang positif dengan konsumsi energi.
Untuk faktor makanan, sebagian besar contoh (63,3%) menyatakan sangat memperhatikan cita rasa makanan ketika memilih makanan. Nilai sosial makanan tidak terlihat pengaruhnya dalam penelitian ini, sebagian besar contoh memilih netral untuk gengsi (30%) dan harga (35%). Untuk cara penyajian makanan faktor kebersihan merupakan faktor yang sangat diperhatikan oleh sebagian besar contoh (55%), sedangkan faktor keramahan (58,3%) dan kecepatan (50%) diperhatikan oleh contoh ketika memilih makanan.
Pengaruh keluarga terhadap pemilihan makanan contoh tampak dari jenis-jenis lauk pauk dan sayuran yang disukai oleh contoh dan keluarga contoh. Pengaruh teman sebaya tampak pada jenis-jenis makanan yang dikonsumsi contoh dan teman contoh ketika makan di luar rumah. Sebagian besar contoh (81,7%) mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan dalam satu minggu mereka rata-rata menghabiskan waktu selama 7 jam 45 menit. Karena kesibukan itu mereka se- ringkali harus makan di luar rumah, restoran yang paling sering mereka kunjungi adalah restoran fast food (66,7%) dan bakmi (55%).
Sumber informasi yang paling berpengaruh bagi remaja adalah keluarga, teman sebaya dan iklan. Pengaruh keluar- ga tampak pada pertama kali mereka mengenal jenis-jenis makanan tertentu (45%). Teman merupakan sumber informasi yang paling menarik sehingga membuat contoh tertarik untuk mengkonsumsi jenis makanan tertentu (63,3%). Sedangkan sumber informasi yang paling banyak memberikan informasi adalah iklan (41,7%).
Secara umum dapat dikatakan bahwa contoh laki-laki mengkonsumsi lebih banyak makanan dibandingkan contoh perempuan.
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]
