Pola konsumsi makanan dan status gizi anak balita dari ibu pencari nafkah menurut jenis pekerjaan
View/ Open
Date
1997Author
Sriastuti, Nenden
Karsin, Emmy Sulasmi
Djamaluddin, M. D.
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan pola konsumsi makanan dan status gizi anak balita dari kedua kelompok jenis pekerjaan, mengetahui pengaruh pendapatan, besar keluarga dan pengetahuan gizi ibu terhadap pola konsumsi makanan dan status gizi anak balita.
Penelitian dilaksanakan di Institut Pertanian Bogor, pada bulan Oktober sampai Desember 1994. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer meliputi identitas keluarga, tingkat pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, pengeluaran keluarga, pengetahuan gizi ibu, data pola konsumsi makanan anak balita, recall. konsumsi makanan anak balita, berat badan anak balita dan kebiasaan makan dari 11 keluarga ibu staf administrasi dan 34 keluarga ibu staf pengajar. Data sekunder meliputi jumlah staf pegawai laki-laki dan perempuan di Institut Pertanian Bogor.
Analisa data dilakukan secara tabulasi silang, dan statistik. Uji statistik yang digunakan adalah uji X² dan uji regresi berganda.
Data pendapatan keluarga dijadikan pendapatan per kapita per bulan. Pengetahuan gizi ibu dalam bentuk skor diklasifikasikan menurut standar deviasi. Data pola kon- sumsi makanan anak balita meliputi frekuensi konsumsi makanan selama satu minggu yang kemudian dikelompokkan menjadi jumlah frekuensi konsumsi makanan sumber karbohi- drat, protein (nabati dan hewani), vitamin dan mineral. Data konsumsi makanan anak balita dikonversikan dengan angka kecukupan (Muhilal, Jus at, Husaini, Jalal dan Tarwotjo, 1993) sehingga diperoleh tingkat konsumsi zat gizi. Data berat badan yang diperoleh dibandingkan dengan "reference" indeks BB/U menurut WHO-NCHS.
Jumlah anggota keluarga contoh kelompok ibu staf administrasi berkisar antara 3-6 orang dengan rata-rata 4,45, sedangkan kelompok ibu staf pengajar antara 4-9 orang dengan rata-rata 5,21. Pendapatan per kapita per bulan kelompok ibu staf administrasi berkisar antara Rp 49.500,00-Rp 421.250,00 dengan rata-rata Rp 125.801,00 sedangkan kelompok ibu staf pengajar antara Rp 78.000,00- Rp 593.333,00 dengan rata-rata Rp 221.120,00. Bila dikelompokkan kedalam garis kemiskinan perkotaan propinsi Jawa Barat menurut BPS 1993, kedua kelompok berada pada kategori tidak miskin. Rata-rata skor pengetahuan gizi ibu kelompok ibu staf administrasi 49, 55 dengan jumlah contoh berkategori kurang sebanyak 45,45 persen dan sedang 54,55 persen, sedangkan rata-rata kelompok ibu staf pengajar 55,82 dengan jumlah contoh berkategori kurang 5,88 persen, sedang 76, 47 persen dan baik 17,65 persen.
Pola konsumsi makanan sumber karbohidrat dalam sehari pada anak balita kelompok ibu staf administrasi sebanyak 2,8 kali, sumber protein nabati 1,3 kali, protein hewani dari daging, telur, ikan 2,9 kali dan susu 2,9 kali, vita- min dan mineral 3,3 kali. Sedangkan anak balita kelompok ibu staf pengajar mengkonsumsi sumber karbohidrat sebanyak 3,1 kali, protein nabati 1,1 kali, protein hewani dari daging, telur, ikan 2,5 kali dan susu 3,2 kali, vitamin dan mineral 3,0 kali. Tidak terdapat perbedaan pola konsumsi makanan sumber karbohidrat, protein nabati,
protein hewani, vitamin dan mineral dalam seminggu antara anak balita kelompok ibu staf administrasi dengan ibu staf pengajar.
Anak balita kelompok ibu staf administrasi memiliki tingkat konsumsi energi sebesar 64,23 persen, protein sebesar 153,85 persen, zat besi sebesar 126,87 persen dan vitamin A sebesar 93,69 persen. Sedangkan anak balita kelompok ibu staf pengajar memiliki tingkat konsumsi energi sebesar 69,03 persen, protein sebesar 140,15 persen, zat besi sebesar 116,83 persen dan vitamin A sebesar 159,09 persen. Tingkat konsumsi energi, protein, zat besi dan vitamin A anak balita kelompok ibu staf administrasi tidak berbeda dengan kelompok ibu staf pengajar. Status gizi anak balita dari kelompok ibu staf administrasi sebanyak 27,27 persen sedang dan 72,73 persen baik. Sedangkan anak balita dari ibu staf pengajar sebanyak 8,82 persen kurang, 14,71 persen sedang, 67,65 persen baik dan 8,82 persen overweight. Status gizi anak balita kelompok ibu staf administrasi tidak berbeda dengan kelompok staf pengajar. Besar keluarga berpengaruh terhadap pola konsumsi
makanan sumber protein hewani dari daging, telur dan ikan. Besar keluarga cenderung berpengaruh terhadap pola konsum- si makanan sumber protein hewani dari susu. Pendapatan cenderung berpengaruh negatif terhadap pola konsumsi ma- kanan sumber protein nabati, vitamin dan mineral. Penge- tahuan gizi ibu cenderung berpengaruh negatif terhadap pola konsumsi makanan sumber karbohidrat. Pendapatan cenderung berpengaruh positif terhadap status gizi Penyuluhan tentang gizi disarankan bagi ibu yang bekerja, khususnya tentang makanan yang seimbang bagi anak balita. Ibu yang bekerja diharapkan memberikan perhatian pada konsumsi makanan dan pertumbuhan anak balita, juga terhadap masalah kegemukan.
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]
