View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Rekayasa hormonal pada Udang Vaname selama 14 hari sebagai pengganti teknik ablasi mata dalam usaha percepatan pematangan gonad

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.848Mb)
      Date
      2013
      Author
      Qonitah, Ardila Mar'atun
      Sudrajat, Agus Oman
      Arfah, Harton
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Induksi pematangan gonad dengan ablasi tangkai mata merupakan teknik yang umum digunakan dalam produksi benih udang. Namun demikian teknik ablasi tangkai mata ditentang oleh pecinta binatang dengan isu dari animal welfare. Dalam penelitian ini induksi hormonal bagi pematangan gonad dari udang vanname telah dilakukan dalam upaya menggantikan teknik ablasi. Induksi hormonal dilakukan dengan menggunakan hormon pregnant mare serum gonadotropin (PMSG), rekombinan growth hormon (rGH), dan antidopamin, dimana diberikan melalui pakan selama 14 hari. Udang mendapat perlakukan berupa: A. 40 IU PMSG/kg udang + 0.01 mg antidopamin/kg udang; B. 80 IU PMSG/kg udang + 0.02 mg antidopamin/kg udang; C. 40 IU PMSG/kg udang + 0.01 mg antidopamin/kg udang + 0.1 mg rGH/kg udang; D. 80 IU PMSG/kg udang + 0.02 mg antidopamin/kg udang + 0.1 mg rGH/kg udang; E. Ablasi; dan F. Kontrol, dimana setiap perlakuan terdiri dari 15 udangan. Hasil menunjukkan bahwa udang yang diberi perlakuan B memberikan hasil terbaik diantara perlakuan hormon dimana udang dapat matang gonad mulai hari ke-14 dengan total udang yang matang gonad sebanyak 47% sampai dengan hari ke-28. Pada udang yang diberikan perlakuan C dan D cenderung memiliki fekunditas dan pertumbuhan bobot lebih tinggi daripada perlakuan hormon lainnnya. Namun udang yang diablasi mulai dapat matang gonad pada hari ke 7 dengan total udang matang gonad sebanyak 93%. Pemberian hormon pertumbuhan rekombinan berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot udang (P<0,05). Pemberian PMSG dan antidopamin dapat merangsang pematangan gonad udang. Penambahan rGH dalam kombinasi hormon PMSG dan antidopamin dapat meningkatkan fekunditas dan bobot induk udang. PMSG dan antidopamin dapat menjadi pengganti teknik ablasi dalam menginduksi pematangan gonad pada udang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131427
      Collections
      • UT - Aquaculture [2201]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository