View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi produksi sayuran organik bernilai tambah tinggi berbasis petani di Pangalengan, Kabupaten Bandung

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.320Mb)
      Date
      2012
      Author
      Telaumbanua, Herman Putra
      Hubeis, Musa
      Widyastuti, Hardiana
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang terkait dengan produksi sayuran yang aman dikonsumsi (Prima III) bernilai tambah tinggi dan berbasis petani di Pangalengan, Kabupaten Bandung; (2) Menyusun strategi produksi sayuran organik bernilai tambah tinggi berbasis petani di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan purposive sampling, yang melibatkan 10 orang responden yang terdiri dari 4 (empat) orang tenaga ahli dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, 2 (dua) orang Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Pangalengan, 3 (tiga) orang pelaku usaha sekaligus pembina beberapa kelompok tani di Kecamatan Pangalengan, dan 1 (satu) orang perwakilan masyarakat pengguna sayuran organik (Ibu Kepala Desa Pangalengan). Sedangkan penentuan strategi prioritas melibatkan Kasi Teknologi Subdit Budidaya Tanaman Sayuran, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari penelitian lapangan dengan teknik interview, observasi dan kuesioner. Data sekunder diperoleh dengan cara melakukan studi pustaka (library research) seperti buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian, atau data statistik yang tersedia di instansi pemerintah. Hasil perhitungan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) menunjukan sayuran yang diproduksi aman dikonsumsi (skor 0,282) merupakan kekuatan utama dalam strategi produksi sayuran organik di Pangalengan dan kelemahan utama dari sistem pertanian organik adalah lemahnya akses kelompok tani terhadap pasar sayuran organik, serta keterbatasan modal (skor 0,088). Hasil analisis External Factor Evaluation (EFE), peluang utama bagi kelompok tani untuk menerapkan pertanian organik adalah harga sayuran organik lebih tinggi (skor 0,313) dan ancaman utama yang dihadapi dalam produksi sayuran organik di Pangalengan adalah iklim dan cuaca yang tidak menentu mempengaruhi hasil produksi (skor 0,183). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang terkait dengan produksi sayuran yang aman dikonsumsi (Prima III) bernilai tambah tinggi dan berbasis petani di Pangalengan, Kabupaten Bandung; (2) Menyusun strategi produksi sayuran organik bernilai tambah tinggi berbasis petani di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan purposive sampling, yang melibatkan 10 orang responden yang terdiri dari 4 (empat) orang tenaga ahli dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, 2 (dua) orang Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Pangalengan, 3 (tiga) orang pelaku usaha sekaligus pembina beberapa kelompok tani di Kecamatan Pangalengan, dan 1 (satu) orang perwakilan masyarakat pengguna sayuran organik (Ibu Kepala Desa Pangalengan). Sedangkan penentuan strategi prioritas melibatkan Kasi Teknologi Subdit Budidaya Tanaman Sayuran, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari penelitian lapangan dengan teknik interview, observasi dan kuesioner. Data sekunder diperoleh dengan cara melakukan studi pustaka (library research) seperti buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian, atau data statistik yang tersedia di instansi pemerintah. Hasil perhitungan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) menunjukan sayuran yang diproduksi aman dikonsumsi (skor 0,282) merupakan kekuatan utama dalam strategi produksi sayuran organik di Pangalengan dan kelemahan utama dari sistem pertanian organik adalah lemahnya akses kelompok tani terhadap pasar sayuran organik, serta keterbatasan modal (skor 0,088). Hasil analisis External Factor Evaluation (EFE), peluang utama bagi kelompok tani untuk menerapkan pertanian organik adalah harga sayuran organik lebih tinggi (skor 0,313) dan ancaman utama yang dihadapi dalam produksi sayuran organik di Pangalengan adalah iklim dan cuaca yang tidak menentu mempengaruhi hasil produksi (skor 0,183).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129586
      Collections
      • UT - Management [3631]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository