View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Performans Ayam Petelur Umur 33-40 Minggu yang Diberi Imbuhan Pakan Tepung Sambiloto (Andrographis paniculata Nees)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (12.04Mb)
      Date
      2005
      Author
      Wahdah, Agniar Anisa
      Suci, Dwi Margi
      Hermana, Wydia
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kesehatan ternak merupakan salah satu faktor yang penting dalam keberhasilan peternakan ayam petelur, mengingat jenis unggas ini sangat rentan terhadap penyakit. Penggunaan antibiotik merupakan salah satu usaha yang sudah umum dilakukan di Indonesia dalam mencegah dan mengobati penyakit pada ayam petelur. Hal ini disebabkan penggunaan antibiotik sangat efektif dalam menangani penyakit ayam petelur, karena dapat mencegah atau mengobati penyakit dengan cepat serta dapat meningkatkan produktivitas temak. Namun dibalik keefektifannya, antibiotik temyata memiliki kelemahan yaitu meninggalkan residu pada produk ternak sehingga kurang aman untuk dikonsumsi manusia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan upaya pemanfaatan sumberdaya alam lokal berupa tanaman obat yang mempunyai fungsi serupa dengan antibiotik sehingga bisa menggantikan antibiotik. Salah satunya adalah sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Tanaman yang memiliki rasa pahit ini mengandung beberapa zat aktif yang dapat menurunkan panas, anti demam, antibiotik, antipiretik, anti radang, anti bengkak, anti diare, anti tumor dan hepatoprotektor. Selain itu sambiloto efektif mengobati infeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh seluler serta meningkatkan aktifitas kelenjar- kelenjar tubuh. Berdasarkan hal tersebut dapat diperkirakan bahwa sambiloto memiliki potensi untuk dapat meningkatkan kesehatan dan produktifitas ayam petelur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung sambiloto (Andrographis paniculata Nees) sebagai imbuhan pakan (feed additive), terhadap performans ayam petelur. Penelitian ini menggunakan ayam petelur sebanyak 36 ekor umur 33 minggu dengan rataan berat badan 1410,1 gram dan dipelihara selama 7 minggu. Ransum yang digunakan adalah ransum basal dengan kandungan energi metabolis 2850 kkal/kg dan kandungan protein kasar 16%. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah Pl: ransum basal + Og/kg bb tepung sambiloto, P2: ransum basal + 0,3g/kg bb tepung sambiloto, P3: ransum basal+ 0,6 g/kg bb tepung sambiloto, P4: ransum basal + 0,9 g/kg bb tepung sambiloto. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, masing masing ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. Analisis data dilakukan dengan sidik ragam (ANOVA) dan jika hasilnya berbeda nyata dilanjutkan dengan uji kontras polinomial. Peubah yang diamati dalam penelitian adalah konsumsi ransum, berat telur, produksi telur, konversi telur, hen day dan mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pember1an tepung sambiloto berbeda nyata terhadap konsumsi ransum dan berbeda sangat nyata (p<0,01) terhadap produksi telur hen day ayam petelur pada saat penelitian tetapi tidak mempengaruhi berat telur dan konversi ransum pada ayam petelur pada saat penelitian. Konsumsi ransum pada penambahan 0,6g/kg bb tepung sambiloto (P3) mengalami peningkatan dan nyata lebih tinggi (p<0,05) dari k.untrol, penambahan 0,3g/kg bb tepung sambiloto (P2) dan penambahan 0,9g/kg bb tepung sambiloto (P4). Produksi telur hen day pada penambahan 0,6g/kg bb tepung sambiloto (P3) sangat nyata lebih tinggi (p<0,01) dari kontrol, penambahan 0,3g/kg bb tepung sambiloto (P2) dan penambahan 0,9g/kg bb tepung sambiloto (P4). Pada penelitian ini terjadi mortalitas sebesar 8,34 % yang disebabkan sifat kanibalisme pada P3 dan penyakit peritonitis egg yolk pada P2.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129411
      Collections
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology [2933]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository