View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Degradasi In Vitro Pakan Sumber Serat oleh Isolat Murni Bakteri Selulolitik Simbion Rayap

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (3.028Mb)
      Date
      2005
      Author
      Sulistiani, Adhystie
      Wiryawan, Komang G.
      Tjakradidjaja, Anita S.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Hijauan, limbah pertanian dan industri agro sering digunakan sebagai sumber pakan temak ruminansia. Limbah pertanian dan industri agro merupakan bahan lignoselulosa yang banyak dihasilkan, tetapi belum digunakan secara efisien sebagai pakan temak ruminansia. Limbah pertanian dan industri agro bersifat bulky atau voluminous, serta memiliki nilai kecemaan dan palatabilitas yang rendah. Selain itu, kandungan serat kasar, selulosa dan hemiselulosanya masih tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu. upaya untulc meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian dan industri agro sebagai pakan ternak ruminansia. Rayap merupakan serangga sosial yang mampu mencerna makanan mentah berupa tanaman hidup, kayu atau tanaman yang sudah mati, humus, rumput, jamur, dan lain-lain. Rayap mampu mendegradasi selulosa dan hemiselulosa, tetapi tidak mampu mendegradasi lignin. Kemampuan rayap dalam mendegradasi serat kasar inilah yang perlu dimanfaatkan, terutama untuk limbah pertanian dan industri agro serta rumput budidaya yang cukup tinggi kualitasnya, yaitujerami padi, serat sawit dan rumput gajah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari isolat murni bakteri selulolitik simbion rayap dalam mendegradasi pakan sumber serat, yaitu jerami padi, serat sawit dan rumput gajah. Penelitian pendahuluan menggunakan inokulum mikroba dari tiga spesies rayap yang berbeda dan dua sumber substrat. Perlakuan yang diberikan terdiri dari dua faktor, yaitu faktor 1 = Spesies rayap, yang terdiri dari A= Macrotermes gilvus Hagen, B= Coptotermes curvignathus Holmgren, C= Microtermes inspiratus Kemner, D= gabungan dari ketiga spesies rayap dan E= mikroba rumen domba sebagai kontrol serta faktor 2= Jenis pakan sumber serat, yang terdiri dari J= jerami padi dan S= serat sawit. Peubah yang diamati adalah nilai degradasi BK da.ri BO, serta persentase NDF, ADF, lignin dan selulosa terdegradasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistika deskriptif. Untuk mengukur konsentrasi NH3, produksi VF A total, persentase NDF dan ADP terdegradasi serta persentase Koefisien Cema Bahan Kering dan Bahan Organik (KCBK dan KCBO) pada isolat murni bakteri rayap dan rumen, digunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola factorial 13x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang digunakan adalah faktor 1= Isolat murni dari bakteri selulolitik simbion rayap dan bakteri selulolitik dari rumen domba yang berjumlah 13 isolat dan faktor 2= Jenis pakan sumber serat, yang terdiri dari J= jerami padi, R= rumput gajah dan S= serat sawit. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOV A) dan untuk mengetahui perbedaan di Bntara perlakuan diuji dengan uji kontras orthogonal. Berdasarkan nilai degradasi BK dan BO, serta persentase NDF, ADF, lignin dan selulosa terdegradasi didapatkan basil bahwa inokulum mikroba dari spesies rayap M gilvus Hagen, Mi. Inspiratus Kemner dan mikroba rumen domba memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibaiidingkan inokulum mikroba lainnya dalam mendegradasi pakan sumber serat. Ketiga inokulum mikroba tersebut yang dimumikan dan digunakan dalam uji kecemaan, fermentabilitas maupun degradasi NDF dan ADF. Isolat murni bakteri selulolitik simbion rayap mampu mendegradasi pakan sumber serat, khususnya rumput gajah, jeran1i padi dan serat sawit pada tingkatan yang lebih baik daripada isolat mumi bakteri selulolitik dari rumen domba. Berdasarkan hasil konsentrasi NH3, produksi VF A total, persentase NDF dan ADF terdegradasi, serta persentase KCBK dan KCBO, diperoleh empat isolat terbaik yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi pakan sumber serat, yaitu isolat SB53 5(3)1 diikuti oleh SB53 4(3)2, SCSI 4 dan SC51 5. Keempat isolat tersebut berpotensi digunakan sebagai probiotik yang membantu mikroba rumen dalam mendegradasi pakan sumber serat.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129405
      Collections
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology [2933]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository