Hubungan golongan darah ABO dan faktor makanan dengan resiko penyakit peptik pada mahasiswa TPB-IPB
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mempelajari sebaran keluhan kesehatan dan penyakit yang umum diderita oleh mahasiswa TPB IPB, (2) menganalisis kebiasaan makan mahasiswa TPB IPB yang mengalami penyakit peptik (3) menganalisis kecenderungan insiden gastritis, duodenitis dan tukak peptik berdasarkan golongan darah ABO pada mahasiswa TPB IPB.
Penelitian menggunakan disain Case Control Study. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa TPB IPB 2005/2006 Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2006 di kampus IPB Darmaga. Contoh penelitian ini adalah mahasiswa putra dan putri TPB IPB tahun ajaran 2005/206. Jumlah contoh adalah 60 mahasiswa yang pernah atau sedang mengalami gastritis, duodenitis dan/atau tukak peptik (tukak lambung dan tukak duodenum) dan 60 mahasiswa lagi dipilih secara acak sebagai kontrol (matching jenis kelamin dan umur)
Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari data karakteristik contoh (nama, jenis kelamin, umur, golongan darah, etnis ayah dan ibu, domisili paling lama), jenis penyakit yang pemah diderita contoh (penyakit peptik dan penyakit lain yang pernah diderita selama satu tahun), keluhan kesehatan yang dirasakan contoh selama satu tahun dan kebiasaan makan. Penyakit peptik yang dialami berdasarkan hasi pemeriksaan dokter. Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner oleh responden. Data sekunder yang digunakan meliputi jumlah keseluruhan mahasiswa TPB 2005/2006 dan pembagian kelas. Data yang diperoleh selanjutnya diolah menggunakan microsoft excell dan SPSS versi 13 for windows dengan analisis
deskriptif, Chi square dan Regresi Logistik
Sebanyak 46.7% contoh berjenis kelamin laki-laki dan 53.3% perempuan. Umur contoh berkisar antara 17-20 tahun. Persentase terbesar contoh berada
pada kategori umur 19-20 tahun, yakni sebesar 55.9%. Sebagian besar contoh Banten. Sebanyak 60.0% contoh penyakit peptik dan 43.3% contoh kontrol
baik kelompok penyakit peptik (38.3%) maupun kelompok kontrol (50.0%) berasal dari kota-kota yang berada dalam wilayah provinsi Jawa Barat dan
memiliki golongan darah O. Pola penyakit utama yang dialami contoh adalah flu (84.2%), diare (73.3%), cacar (50.8%), alergi (37.5% ), dan anemia (30.8%). Pola penyakit utama antara kelompok penyakit peptik dan kelompok kontrol tidak berbeda.
Penyakit peptik yang dialami contoh meliputi gastritis (55.0%), duodenitis (28.3% ) dan tukak peptik (51.7%). Keluhan kesehatan yang sering dialami contoh adalah keluhan.
kesehatan yang mengarah pada penyakit peptik. Ketuhan kesehatan utama
yang dirasakan contoh selama satu tahun adalah pusing (87.5%), lemah letih lesu (69.2%), nyeri lambung (57.5% ), mual (56.7%), perut kembung (45.0%).
natsu makan turun (44.2%), nyeri utu hati (41.7%). Keluhan kesehatan berupa
nyert lambung, mual, perut kembung, nyeri utu hati berbeda antara kelompok
penyakit peptik dan kontrol (p value <0.01). Sebanyak 73.3% contoh kelompok penyakit peptik dan 55.0% contoh
kelompok kontrol memiliki kebiasaan makan (keteraturan waktu) yang tidak termur. Terdapat hubungan antara keraturan waktu makan dengan kejadian
penyakit peptik (p value <0.05)...
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]
