Kecernaan rumput brachiaria humidicola dan legum pohon dengan rasio yang berbeda pada ternak domba di UP3J
View/ Open
Date
2010Author
Rr.Prestyaningtyas. HK
Wiryawan, Komang G
Astuti, Dewi A
Metadata
Show full item recordAbstract
Sebagai ternak ruminansia, domba mempunyai kemampuan untuk dapat
memanfaatkan pakan yang kaya akan serat dengan bantuan pencernaan mikroba di
dalam rumen. Salah satu bahan pakan yang dapat digunakan sebagai suplementasi
penggunaan ransum berbasis rumput alam yaitu leguminosa pohon, seperti gamal
(Gliricidia sepium) dan lamtoro (Leucaena leucocephala). Penambahan daun
lamtoro dan gamal pada domba dapat meningkatkan kecernaan bahan organik
pakan. Pemberian kombinasi legum pohon diharapkan dapat meningkatkan
kecernaan nutrient domba di peternakan Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan
Jonggol (UP3J). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rasio yang optimal
antara rumput Brachiaria humidicola dan leguminosa pohon terhadap konsumsi
nutrien, kecernaan nutrien, kecernaan absolut serta VFA dan NH3 cairan rumen
domba di UP3J.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang UP3 Jonggol,
Laboratorium Biologi Hewan, Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan
Bioteknologi, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan,
Institut Pertanian Bogor. Pemeliharaan ternak percobaan dilakukan selama 4 bulan.
Ternak yang digunakan yaitu domba jantan umur ± 6 bulan dengan rataan berat
badan 13,95±1,46 kg sebanyak 20 ekor, yang dipelihara pada kandang individu.
Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi nutrien, kecernaan
nutrien, kecernaan absolut serta konsentrasi VFA dan NH3 cairan rumen. Penelitian
ini menggunakan 5 perlakuan dengan 4 kelompok, yaitu : R1 = 90% Brachiaria
humidicola + 10% konsentrat (kontrol), R2 = 80% Brachiaria humidicola + 10%
campuran legum + 10% konsentrat, R3 = 70% Brachiaria humidicola + 20%
campuran legum + 10% konsentrat, R4 = 60% Brachiaria humidicola + 30%
campuran legum + 10% konsentrat, R5 = 70% Brachiaria humidicola + 30%
campuran legum. Campuran legum yang digunakan berupa gamal dan lamtoro.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok
(RAK). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA)
dan bila terjadi perbedaan akan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian rumput Brachiaria
humidicola dan leguminosa pohon (Gliricidia sepium dan Leucaena leucocephala)
memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein kasar.
Konsumsi protein dari R3, R4, R5 lebih tinggi dari pada kontrol, akan tetapi tidak
berbeda antara R3, R4, R5, sedangkan konsumsi bahan kering, lemak kasar dan serat
kasar tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Pada kecernaan bahan kering serta
kecernaan absolut menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05), namun pada
kecernaan protein kasar, lemak kasar dan serat kasar tidak memberikan pengaruh
yang nyata akibat pemberian jumlah rumput dan legum yang berbeda. Proporsi
pemberian legum dapat menurunkan kecernaan absolut bahan kering, lemak kasar
serta serat kasar, akan tetapi dapat meningkatkan rasio kecernaan absolut protein
kasar. Nilai konsentrasi VFA dan NH3 yang dihasilkan tidak menunjukkan perbedaan
antar perlakuan (P>0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
pemberian rumput Brachiaria humidicola dan legum pohon (Gliricidia sepium dan
Leucaena luecocepala) dengan rasio 60%, 30% dan 10% dapat memberikan
pengaruh yang baik terhadap konsumsi protein.
