View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Human Ecology
      • UT - Nutrition Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Human Ecology
      • UT - Nutrition Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Indentifikasi ketersediaan biologis mineral seng secara in vitro pada beberapa jenis dan cara pemasaran telur

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (3.042Mb)
      Date
      1998
      Author
      Fahriza, Ennita
      Rimbawan
      Dwiriani, Cesilia Meti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan biologis mineral seng secara in vitro pada beberapa jenis dan cara pemasakan telur. Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan mineral seng serta kadar air, protein, lemak dan abu pada beberapa jenis dan cara pemasakan telur. Kemudian mengetahui pengaruh jenis dan cara pemasakan telur terhadap kandungan mineral seng serta ketersediaan biologis mineral seng secara in vitro. Ada tiga jenis telur yang digunakan yaitu telur ayam kampung, telur ayam ras dan telur bebek. Sedangkan cara pemasakan telur yang digunakan adalah ceplok, dadar, diasinkan, pindang, rebus dan ceplok air (poached). Untuk mengetahui pengaruh pemasakan, juga dianalisis telur yang masih mentah. Setelah dianalisis, perlakuan ceplok air pada telur ayam kampung memberikan kadar air (76.09%) dan kadar protein (55.22% berat kering) yang lebih tinggi dibandingkan semua perlakuan. Sedangkan perlakuan dadar pada telur bebek cenderung menurunkan kadar air (45.02%) dan kadar protein (20.00% berat kering) tetapi meningkatkan kadar lemak (62.5% berat kering). Kadar lemak yang terendah terdapat pada telur ayam ras yang mendapat perlakuan perebusan (29.7% berat kering). Telur ayam ras yang mendapat perlakuan ceplok memberikan kadar abu terendah (2.03% berat kering) sedangkan perlakuan pengasinan pada telur bebek menunjukkan kadar abu tertinggi (12.85 % berat kering). Kadar total seng dari tiga jenis telur dengan enam cara pemasakan berkisar antara 2.59 mg/100 gr (perlakuan dadar pada telur bebek) sampai 12.12 mg/100 gr berat kering (perlakuan ceplok air pada telur ayam kampung). Cara pemasakan yang berbeda (terutama pada telur ayam kampung dan telur bebek) memberikan total seng yang berbeda sangat nyata (p<0.01). Perlakuan rebus dan perlakuan ceplok air menunjukkan peningkatan total seng yang berbeda nyata (p<0.05). Sedangkan perlakuan dadar, menurunkan total seng yang berbeda nyata (p<0.05).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128994
      Collections
      • UT - Nutrition Science [3187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository