View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Fisheries Resource Utilization
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Fisheries Resource Utilization
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Uji Kekuatan dan Kelenturan Bambu Apus (Gigantoclzloa apus) Menggunakan Rendaman Air Sebagai Bahan Pembuat Joran

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (4.292Mb)
      Date
      2005
      Author
      Saptiono, Hadhi
      Murdiyanto, Bambang
      Diniah
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Joran merupakan bagian penting dari alat tangkap pancing. Umumnya dibuat dari bambu apus (Gigantochloa apus), karena memiliki kelenturan yang baik. Untuk kepentingan konstruksi bangunan, umumnya bambu direndam terlebih dahulu guna meningkatkan kekuatan dan keawetan. Dalam penelitian ini ingin diketahui perubahan nilai kekuatan dan kekakuan lentur bambu apus setelah direndam dalam air tergenang sebelum digu:nakan sebagai joran. Dalam penelitian ini batang bambu apus dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagi an atas, tengah dan bawah. Masing-masing bagian diuji dengan perlakuan "tanpa perendaman dan "dengan perendaman" sebanyak 10 kali ulangan. Hasil pengujian menunjukkan nilai rata-rata berat jenis barnbu yang tidak direndam dari bagian bawah sampai bagian atas mengalami penurunan dari 0,601 g/cm3 menjadi 0,496 g/cm3. Pada kondisi setelah perendaman berat jenis relatif bertarnbah besar dari bagian bawah sampai bagian atas yaitu dari 0,422 g/cm3 menjadi 0,477 g/cm3. Nilai rata-rata kekuatan beban maksimum yang dapat diterima bam bu apus dari bagian bawah sampai bagian atas mengalami penurunan dari 69,25 kg menjadi 14,12 kg. Pemberian perlakuan perendaman mengakibatkan nilai rata-rata kekuatan beban maksimumnya lebih besar dibandingkan yang tidak direndam yaitu dari 75,12 kg menjadi 14,87 kg. Kisaran nilai kekakuan lentur (MOE) rata-rata tertinggi terdapat pada bagian tengah bambu yang telah direndam yaitu sebesar 33.044,34 - 62.732,15 kg/cm2. Kisaran nilai kekuatan lentur (MOR) rata-rata tertinggi terdapat pada bagian bawah bambu yang telah direndam yaitu sebesar 5.948,29 - 10.341,07 kg/cm2. Tingkat perubahan nilai MOE dan MOR sebelum dan sesudah perendam an sangat berfluktuasi. Jika dibandingkan dengan nilai awal pengujian sebelurn diberikan perlakuan, kisaran nilai MOE dan MOR ada yang men galami penurunan. Kisaran nilai tertingginya dapat mencapai di atas 200 % dari nilai awal pengujian. Penulis menyarankan bahwa penggunaan bambu apus sebagai bahan pembuat joran yang baik adalah di bagian tengah batang barnbu yang telah direndam dalam air tergenang, karena pada bagian tersebut memiliki kisaran nilai kekuatan lentur lebih besar dibandingkan dengan bagian atas maupun bagian bawah.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128867
      Collections
      • UT - Fisheries Resource Utilization [1898]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository