Analisis kelayakan usaha ternak kambing melalui penelitian aksi partisipatif: studi kasus kelompok Tani Harapan Mekar, Situgede, Bogor Barat Bogor Jawa Barat
Abstract
Peluang usaha ternak kambing di kota Bogor, khususnya usaha ternak kambing Kelompok Tani Harapan Mekar, sangat terbuka lebar. Hal ini dapat dilihat dari kebutuhan akan kambing di kota Bogor mencapai 12.635 ekor pada tahun 2006, sedangkan produksi kambing yang tercatat pada tahun 2006 hanya mencapai 1.356 ekor (Dinas Agribisnis, 2007).
Dengan banyaknya peternak kambing yang mencapai 76 kelompok, menunjukkan bahwa persaingan dalam industri peternakan kambing ini sangat ketat (Dinas Agribisnis, 2007). Oleh karena itu, diperlukan suatu strategi pengembangan usaha pada kelompok agar dapat memunculkan keunggulan kompetitif dalam bersaing dengan para kompetitor. Sebelum pengembangan usaha diimplementasikan, terlebih dahulu perlu diadakan penelitian tentang apakah usaha yang akan dirintis tersebut layak diimplementasikan atau tidak, yaitu melalui penelitian aksi partisipatif
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan aspek non finansial perluasan kandang, menganalisis kelayakan aspek finansial perluasan kandang ternak kambing tanpa menggunakan pakan tambahan berupa konsentrat, menganalisis kelayakan aspek finansial perluasan kandang ternak kambing Kelompok Tani Harapan Mekar dengan menggunakan pakan tambahan berupa konsentrat, serta menganalisis tingkat kepekaan kelayakan finansial perluasan kandang ternak kambing Kelompok Tani Harapan Mekar.
Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara secara individu ataupun secara berkelompok dengan menggunakan teknik Focus Group Discusion (FGD). Data sekunder diperoleh dari studi literatur, seperti buku-buku, internet, dan bahan-bahan pelatihan
Hasil analisis non-finansial menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan pada perluasan kandang tanpa menggunakan konsentrat, yaitu mlai p value koefisien teknis 0,000 (0,005). Sedangkan pada perluasan kandang dengan menggunakan konsentrat menunjukkan bahwa usaha ini tidak layak untuk dijalankan, yaitu nilai p value koefisien teknis 0,147 0,005). Hasil analisis finansial pada perluasan kandang tanpa menggunakan konsentrat menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan, yaitu nilai NPV Rp 18.817 579,-, nilai PI 2.23, nilai IRR 41,6% dan nilai PBP 2,4 tahun. Pada perluasan kandang dengan menggunakan konsentrat dalam satu kali penjualan, usaha tidak layak untuk dijalankan, yaitu nilai NPV (Rp 17.397 657,-) nilai PI (0,12), nilai IRR (51,7%) dan nilai PBP 28 tahun. Demikian pula pada perluasan kandang dengan menggunakan konsentrat dalam dua kali penjualan, usaha ini tidak layak dijalankan, yaitu nilai NPV (Rp 13.917.391), nilai PI 0,13, nilai IRR (31,7%) dan nilai PBP 14 tahun Hasil analisis sensitivitas dengan menurunkan harga jual ternak menunjukkan bahwa usaha ini dapat layak dijalankan selama penuriman harga ternaknya tidak lebih dari atau sama dengan 8%.
Collections
- UT - Management [3631]
