Bioavailabilitas Zat Besi dan Konsumsi Pangan pada Ibu Hamil di Kota Bogor
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan bioavailabilitas zat besi pada ibu hamil wanita menggunakan tiga metode berbeda. Penelitian dilakukan di kota Bogor. Desain penelitian ini adalah studi cross-sectional, dan jumlah sampel adalah 203 wanita hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anemia prevalensinya adalah 22,2%. Konsumsi makanan hewani sebagai sumber zat besi tadi masih rendah (80 g) mungkin 84,2% sampel memiliki zat besi yang tidak mencukupi. Asupan vitamin C sebagai peningkat bioavailabilitas zat besi sebesar 39,1 mg. Penelitian ini memiliki menunjukkan bahwa asupan zat besi heme (8,9 mg) lebih rendah dibandingkan dengan zat besi non-heme (13,3 mg). Berdasarkan hasil tersebut diperoleh nilai bioavailabilitas zat besi sebesar 3,9 mg. Dia menunjukkan bahwa bioavailabilitas zat besi pada penelitian ini lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia RDA. Ketersediaan hayati zat besi dipengaruhi secara signifikan (R2=0,996; p<0,05) berdasarkan asupan
dari vitamin A, vitamin C dan zat besi. Korelasi orang menunjukkan tidak ada hubungan (r=0.170; p>0.05) antara bioavailabilitas zat besi dengan status anemia.
Collections
- UT - Nutrition Science [3189]
