Pembangunan basis pengetahuan hama dan penyakit Cabai Merah (Capsicum annum L.) tropika
View/ Open
Date
2013Author
Firmansyah, R.Arief
Seminar, Kudang Boro
Widodo
Metadata
Show full item recordAbstract
Hampir semua jenis masakan di Indonesia menggunakan cabai merah sebagai bahan
bumbu utamanya. Alasan tersebut yang membuat cabai merah menjadi salah satu produk
holtikutura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Belum lagi, produk olahan cabai merah yang
semakin beragam antara lain: cabai giling, bubuk cabai dsb. Namun, tingginya permintaan
terhadap cabai merah ataupun prduk olahannya tidak diimbangi dengan produktivitas cabai
merah itu sendiri. Salah satu penyebab penurunan produktivitas cabai merah adalah karena
serangan hama dan penyakit (BPS 2012). Maka untuk menjaga produktivitas panen melimpah,
tindakan pengendalian serangan OPT menjadi salah satu faktor penting dalam sebuah kegiatan
budidaya.
Saat ini, pengendalian serangan OPT masih berorientasi pada penggunaan pestisida
berbahan kimia sintetis yang tidak ramah lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan. Fakta
tersebut yang membuat sebagian orang, lembaga penelitian, dan lembaga pendidikan tinggi
mengembangkan bahan pestisida atau metode pengendalian serangan OPT yang ramah
lingkungan dan baik untuk kesehatan, misalnya penggunaan daun sirsak sebagai bahan utama
pestisida nabati untuk pengendalian thrips pada cabai.Belum tersebarnya pengetahuan tersebut
pada petani menjadi permasalahan utama hingga saat ini dan belum adanya bank pengetahuan
yang berfungi menghimpun pengetahuan yang terpisah. Untuk mengatasi masalah tersebut
maka penelitian ini bertujuan membangun basis pengetahuan tentang pengendalian hama dan
penyakit cabai merah yang seluruh pengetahuannya disimpan dalam sistem basisdata.
Basis pengetahuan merupakan inti dari sistem pakar sebab berisi relevansi kebutuhan
pengetahuan pakar yang digunakan yang berupa pemahaman, perumusan dan penyelesaian
masalah. Basis pengetahuan dikembangkan melalui lima tahapan, yaitu: identifikasi, akuisisi
pengetahuan, representasi pengetahuan, implementasi dan validasi. Akuisisi pengetahuan
adalah tahap paling penting dan krusialkarena ditahap ini sumber pengetahuan bagi basis
pengetahuan diperoleh. Pengetahuan tacit yang menjadi salah satu sumber pengetahuan
didapatkan dari hasil wawancara tidak terstruktur dengan variasi teach-through dengan pakar
hama dan penyakit cabai merah. Hasil proses tersebut diperoleh pengetahuan cara identifikasi,
pengetahuan tentang serangan OPT dan pengetahuan tindakan pengendalian serangan OPT.
Fakta dan aturan dari hasil akuisisi pengetahuan kemudian direpresentasikan agar cocok
dijalankan dengan komputer. Metode pohon keputusan (decision trees) dan jaringan semantik
(semantic net) digunakan untuk proses representasi ini. Hasil representasi pengetahuan menjadi
acuan dalam mengkodifikasikan pengetahuan melalui pembangunan sistem basisdata yang
berfungsi sebagai penyimpanan fakta dan aturan tersebut.
Simpulan dari penelitian ini, basis pengetahuan hama dan penyakit cabai merah di
wilayah tropis telah dibangun yang dikodifikasi menggunakan PostgreSQL dan
diimplementasikan dalam bentuk prototipe aplikasi pengetahuan berbasis web. Basis
pengetahuan tersebut terdiri atas pengetahuan identifikasi serangan OPT, pengetahuan tentang
serangan OPT, pengetahuan pengendalian serangan OPT dan pengetahuan secara visual gejala
serangan OPT. Terdapat 31 jenis, pengetahuan dan pengendalian serangan OPT khusus
wilayah tropis yang ada pada basis pengetahuan ini. Hasil verifikasi terhadap sistem
manajemen basisdata pada pengujian basis pengetahuan tersebut didapatkan bahwa masih
terdapat anomali di dalam basisdata basis pengetahuan tersebut. Namun, adanya anomali
tersebut tidak mempengaruhi hasil proses validasi karena hasil keluaran basis pengetahuan
sesuai dengan spesifikasi pengetahuan yang digunakan pada tahap akuisisi pengetahuan.
