Optimasi ekstraksi antimicrobial peptide rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) dengan Response Surface Methodology
Abstract
Antimicrobial peptide (AMP) merupakan senyawa yang berasal dari
organisme hidup sebagai sistem pertahanan tubuh dan berpotensi sebagai alternatif
antibiotik. Keunggulan AMP adalah memiliki spektrum luas melawan bakteri
patogen dan dapat membunuh bakteri yang resisten. Temu hitam (C. aeruginosa
Roxb.) adalah salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antimikroba. Namun
belum diketahui adanya senyawa AMP pada temu hitam sebagai antimikroba.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum ekstraksi dengan
menggunakan metode RSM serta mengidentifikasi AMP sebagai antibakteri dari
ekstrak kasar rimpang temu hitam terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus
aureus. Kondisi optimal untuk ekstraksi kadar protein rimpang temu hitam adalah
konsentrasi CH₃ COOH 5%, waktu ekstraksi 1 jam, dan perbandingan sampel
dengan pelarut 1:3 g/mL dengan hasil kadar total protein sebesar 0,0432 mg/mL dan
bersifat signifikan dengan % Residual Standard Error sebesar 0,465%. Aktivitas
antibakteri ekstrak AMP dari rimpang temu hitam bersifat lemah pada bakteri Gramnegatif dan sedang pada Gram-positif. Senyawa AMP belum teridentifikasi karena
pada hasil SDS-PAGE tidak terlihat pita protein.
Collections
- UT - Biochemistry [1466]
