Konsumsi buah dan sayur pada murid Taman Kanak-Kanak dan faktor yang mempengaruhinya: studi di perkotaan dan perdesaan Tasikmalaya
Abstract
Anak-anak termasuk murid TK perlu mendapatkan perhatian khusus
karena merupakan generasi penerus di masa mendatang. Pada masa anak-anak
terjadi pertumbuhan yang pesat sehingga kebutuhan akan zat-zat gizi lebih besar
dibandingkan kelompok usia yang lain. Zat gizi yang sangat dibutuhkan pada
masa pertumbuhan ini antara lain vitamin. Zat gizi ini sangat besar pengaruhnya
dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pangan yang kaya akan zat gizi
tersebut diantaranya adalah sayuran dan buah. Sayuran besar manfaatnya untuk
memelihara kesehatan terutama untuk mencegah timbulnya masalah
kekurangan vitamin. Namun faktor kurangnya kesadaran dan ketidaktahuan
anggota keluarga sering menjadi penghambat bagi balita untuk mengkonsumsi
sayuran. Sayuran merupakan bahan makanan yang harganya murah, mudah
diperoleh dan didayagunakan serta banyak mengandung vitamin, tetapi tidak
dikonsumsi untuk golongan rawan terutama anak-anak.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui konsumsi buah
dan sayur murid TK di perkotaan dan perdesaan Tasikmalaya dan faktor yang
mempengaruhi. Tujuan khususnya adalah untuk: 1) Membandingkan konsumsi
buah dan sayur murid TK di perkotaan dan perdesaan Tasikmalaya; 2)
Menganalisis hubungan pendapatan rumah tangga terhadap konsumsi sayur dan
buah murid TK di perkotaan dan perdesaan Tasikmalaya; 3) Menganalisis
hubungan pendidikan orang tua terhadap konsumsi sayur dan buah murid TK di
perkotaan dan perdesaan Tasikmalaya; 4) Menganalisis hubungan pengetahuan
gizi ibu terhadap konsumsi sayur dan buah murid TK di perkotaan dan perdesaan
Tasikmalaya; 5) Menganalisis hubungan sikap ibu tentang sayuran dan buah
terhadap konsumsi sayur dan buah murid TK di perkotaan dan perdesaan
Tasikmalaya.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional study.
Tempat penelitian dilakukan secara purposive, yaitu di TK Plus Assalam dan TK
PGRI Sukamenak. Penelitian dilakukan dari bulan Juni-Juli 2010. Contoh yang
digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa taman kanak-kanak di
kedua sekolah yang berjumlah 80 orang yaitu 40 orang untuk masing-masing
sekolah.
Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data
primer diperoleh melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan
kuesioner, yang terdiri dari karakteristik anak TK, karakteristik sosial ekonomi
keluarga, konsumsi serta frekuensi buah dan sayur, preferensi terhadap buah
dan sayur serta pengolahannya, pendidikan gizi dan sikap gizi contoh. Data
sekunder berupa gambaran umum sekolah diperoleh dengan cara mencari
informasi/data maupun wawancara dengan pihak sekolah. Data yang diperoleh
kemudian melalui proses coding, scoring, entry, cleaning dan dianalisis
menggunakan program Microsoft Excel 2007 dan SPSS versi 16,0 for Windows
dengan jenis analisis statistik yaitu tabulasi frekuensi dan crosstabs, korelasi
Pearson dan Rank Spearman. Sebagian besar anak TK baik di TK Plus Assalam
maupun di TK PGRI Sukamenak memiliki pengetahuan gizi ibu sedang. Lebih
dari separuh anak TK di kedua sekolah memiliki sikap gizi ibu yang baik.
Sebagian besar anak TK di TK Plus Assalam dan TK PGRI Sukamenak
merupakan keluarga kecil. Lebih dari separuh anak TK di TK Plus Assalam
mempunyai ayah dengan pendidikan sampai tamat SLTA/sederajat sedangkan
anak TK di TK PGRI Sukamenak sebagian besar memiliki ayah dengan
pendidikan sampai tamat SD/sederajat. Sebagian besar pendidikan ibu anak TK
di TK Plus Assalam sampai tamat SLTA/sederajat dan separuh anak TK di TK
PGRI Sukamenak memiliki ibu dengan pendidikan sampai tamat SLTP/sederajat.
Rata-rata pendapatan keluarga anak TK di TK Plus Assalam lebih besar
dibandingkan dengan rata-rata pendapatan keluarga anak TK di TK PGRI
Sukamenak.
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]
