Evaluasi kinerja penjatah benih tipe piringan tegak berputar untuk kedelai dan jagung
Abstract
Mesin penanam dengan tenaga traktor tangan mampu meningkatkan
kapasitas kerja lima hingga enam kali lipat dibandingkan dengan cara manual.
Masalah teknis yang paling penting pada alat tanam benih terletak pada mekanisme
penjatah benih. Tujuan dari penelitian ini adalah modifikasi penjatah benih tipe
tegak dan evaluasi kinerja penjatah benih tipe piringan tegak berputar sehingga
diperoleh kecepatan putar penjatahan yang optimum. Penjatah benih yang diuji
adalah tipe piringan tegak berputar yang mengambil benih melalui celah-celah di
sekeliling piringan, dan mengeluarkannya pada lubang di sisi atas piringan.
Pengujian penjatah benih dilakukan dengan menggunakan peralatan uji yang terdiri
dari: (1) sistem penjatah, (2) sabuk konveyor penangkap benih, dan (3) sistem
penggerak penjatah dan sabuk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penjatahan
benih jagung dan kedelai sesuai target, yaitu penjatahan 1 benih pada jarak tanam
20 cm. Kecepatan putar penjatah benih optimum untuk kedelai dan jagung hibrida
adalah 30 rpm dan untuk jagung manis adalah 10 rpm. Kejadian benih tidak jatuh
untuk kedelai, jagung hibrida, dan jagung manis adalah masing-masing 9%, 7%,
dan 22%. Nilai Coefficient of Variation jarak tanam untuk benih kedelai, jagung
hibrida, dan jagung manis masing-masing sebesar 6.86%, 4.85%, dan 4.85%.
Persentase benih rusak dapat diturunkan dengan memperbesar lubang pengeluaran
benih.
