Studi kapasitas antioksidan pada sari buah tomat dan bekatul serta pengembangan produk minuman bekatul sebagai minuman fungsional
Abstract
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan zat
gizi yang terdapat pada sari buah tomat dan bekatul siap seduh sebagai sumber
antioksidan. Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) Mempelajari proses
pembuatan sari buah tomat (2) Mempelajari proses pembuatan bekatul siap
seduh, (3) Analisis proksimat terhadap sari buah tomat dan bekatul siap seduh,
(4) Analisis serat pangan larut dan tidak larut sari buah tomat dan bekatul siap
seduh, (5) Analisis total karoten pada sari buah tomat berbagai perlakuan, (6)
Analisis aktivitas antioksidan pada sari buah tomat dan bekatul siap seduh, (7)
Melakukan uji organoleptik pada bekatul siap seduh untuk mengetahui jenis dan
tingkat konsentrasi flavor yang paling disukai.
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian besar yang berjudul “ Studi
Pengaruh Pemberian Jus dan Bekatul terhadap Peningkatan Kualitas Hidup
Pasien Wanita Penderita Kelainan Payudara di Rumah Sakit Kanker Dharmais”.
Desain penelitian ini adalah eksperiment. Jenis data yang dikumpulkan adalah
data primer. Data primer meliputi karakteristik data hasil analisis proksimat,
analisis serat pangan larut dan tidak larut, analisis total karoten, analisis aktivitas
antioksidan dan uji organoleptik. Lokasi penelitian ini dilakukan di Laboratorium
Pengolahan dan Percobaan Makanan, Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan
dan Laboratorium Penilaian Organoleptik, Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas
Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini dilakukan selama enam
bulan, yaitu mulai dari Januari hingga Juni 2010.
Secara umum pembuatan sari buah tomat didasarkan pada formulasi hasil
penelitian yang telah dilakukan oleh Navratilova (2009). Pembuatan sari buah
tomat diawali dengan pemilihan buah tomat yang akan dibuat sari buah.
Pemilihan atau sortasi yang dilakukan meliputi ukuran tomat, tingkat
kematangan, kerusakan, tekstur dan warna tomat. Kemudian tomat dicuci bersih
dan dibagi menjadi 4 bagian sesuai dengan perlakuan yang akan diberikan.
Perlakuan yang diberikan meliputi perlakuan pemanasan dan penyaringan.
Perlakuan pertama adalah tomat diblanching tidak disaring (DBTS), kedua tomat
diblanching disaring (DBDS), ketiga tomat tidak diblanching tidak disaring (TBTS)
dan keempat tomat tidak diblanching disaring (TBDS). Setelah dilakukan
pembagian, tomat yang mengalami perlakuan pemanasan dilakukan proses
blanching. Proses selanjutnya yaitu penghancuran tomat dan penambahan air
serta gula rendah kalori dengan merk Tropicana Slim. Setelah tomat dihancurkan
secara merata, tahap selanjutnya yaitu homogenesasi. Perlakuan selanjutnya
adalah penyaringan, hasil homogenisasi yang saring dan tidak disaring
dimasukkan ke dalam gelas plastik ukuran 120 ml. Kemudian langsung ditutup
menggunakan sealer dan dipasteurisasi pada suhu kurang dari 100 0C yaitu
sekitar 80 0C selama 30 menit.
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]
