Studi konsumsi serat dan status gizi pada anak sekolah dasar di kota dan Kabupaten Bogor
Abstract
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi serat dan
status gizi pada anak SD di Kota dan Kabupaten Bogor. Adapun tujuan khusus
penelitian ini : (1) Mengetahui kebiasaan konsumsi sayur dan buah contoh, (2)
Mengetahui kebiasaan buang air besar contoh, (3) Membandingkan asupan serat
di Kota dan Kabupaten Bogor, (4) Membandingkan asupan energi, protein, lemak
dan karbohidrat contoh di Kota dan Kabupaten Bogor, (5) Membandingkan status
gizi contoh di Kota dan Kabupaten Bogor.
Desain dari penelitian ini adalah cross-sectional study. Penentuan lokasi
SD ditetapkan secara purposive. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei
sampai Juli 2009 di Sekolah Dasar (SD) di Kota dan Kabupaten Bogor. Contoh
adalah siswa kelas 4 dan kelas 5 SD. Penarikan jumlah contoh yang diperoleh
yaitu minimal 96 orang dan jumlah contoh digenapkan menjadi 100 siswa.
Kemudian dilakukan stratified random sampling. Untuk SD di kabupaten 54 orang
siswa dan SD di Kota 46 orang siswa
Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data
primer diperoleh dari wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner.
Data primer meliputi: karakteristik contoh (umur dan jenis kelamin); karakteristik
keluarga contoh (pendidikan dan pendapatan orangtua), kebiasaan konsumsi
sayur dan buah (jenis, jumlah dan frekuensi). Konsumsi sayur dan buah diukur
dengan menggunakan FFQ (food frequency questionnaires) selama satu minggu.
Konsumsi makanan yang biasa di konsumsi anak SD diukur dengan
menggunakan food recall 2x24 jam, yaitu satu hari libur dan satu hari aktivitas.
Contoh terdiri atas siswa kelas 4 SD sebanyak 52.0% dan kelas 5 SD
sebanyak 48.0%. Sebagian besar contoh berjenis kelamin perempuan sebesar
61.0% sedangkan laki-laki sebesar 39.0%. Umur contoh berkisar antara 9 – 12
tahun dan persentase terbesar pada umur 10 tahun sebesar 57.0%. Proporsi
pendidikan terbesar orangtua adalah SMA baik pedidikan ayah maupun ibu
masing-masing sebesar 52.0% dan 44.0%. Rata-rata pendapatan orangtua
contoh adalah Rp. 740.325,00. Tingkat pendapatan orangtua contoh sebagian
besar tergolong tidak miskin (93%). Pendapatan keluarga contoh di kabupaten
lebih tinggi daripada pendapatan keluarga contoh di kota.
Rata-rata frekuensi konsumsi sayur dan buah contoh yaitu 4.6±2.1
kali/minggu dan 5.2±2.4 kali/minggu dengan rata-rata jumlah konsumsi sayur dan
buah yaitu 28.4±13.4 g/hari dan 73.7±45 g/hari. Rata-rata asupan serat anak SD
di kota 3.0±4.2 g dan di kabupaten 2.0±2.2 g. Hasil uji t menunjukkan bahwa
frekuensi, jumlah konsumsi sayur dan buah serta asupan serat contoh di kota
dengan di kabupaten tidak berbeda nyata (p>0.05).
Anak SD yang mengalami kesulitan buang air besar sebanyak 35% dan
selebihnya tidak mengalami kesulitan buang air besar. Sebagian besar contoh
merasakan sakit perut pada saat buang air besar yaitu mules (tetapi buang air
besar tidak lancar) 35.9%, perut kembung 34.6% dan nyeri di bagian perut
28.2%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesulitan buang air besar
dengan asupan serat (p>0.05).
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]
