Toksisitas dan Hepatoproteksi Akibat Pemberian Campuran Fraksi Flavonoid Jati Belanda-Jabon Merah pada Tikus Stres Oksidatif
Abstract
Jati belanda dan jabon merah tergolong tanaman hutan yang memiliki
aktivitas antioksidan dan berpotensi memiliki aktivitas hepatoproteksi. Toksisitas
campuran fraksi flvonoid kedua tanaman tersebut juga belum diketahui. Penelitian
ini bertujuan menentukan toksisitas formula fraksi flavonoid daun jati belanda dan
jabon merah serta aktivitas hepatoproteksinya pada tikus stres oksidatif. Uji
toksisitas akut terhadap fraksi flavonoid daun jati belanda dan campurannya dengan
jabon merah menggunakan panduan OECD 425. Percobaan aktivitas
hepatoproteksi formula A (jabon merah), formula D (campuran fraksi jati belanda
dan jabon merah) serta formula G (jati belanda) dilakukan pada tikus stres oksidatif
yang diinduksi oleh parasetamol. Formula D dan formula G memiliki nilai LD50
lebih besar dari 5 g/kg BB. Semua formula fraksi flavonoid dapat menghambat
peningkatan aktivitas aminotransferase pada serum darah tikus dan berpotensi
sebagai hepatoprotektor. Formula D menunjukkan aktivitas hepatoproteksi
tertinggi dengan presentase penurunan enzim ALT dan AST sebesar 34.56% dan
39.32%. Aktivitas hepatoproteksi formula D sejalan dengan aktivitas
antioksidannya yang ditunjukkan dengan konsentrasi MDA serum sebesar 47.95%
lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol parasetamol.
Collections
- UT - Biochemistry [1466]
