Penggunaan metode satuan panas untuk menentukan umur panen kacang hijau (Vigna radiata (L.) Wilczek
View/ Open
Date
1993Author
Kuntyastuti, Henny
Soedarsono
Pawitan, Hidayat
Karsono, Suwasik
Metadata
Show full item recordAbstract
Enam varietas kacang hijau, Merak, Betet, Parkit,
Bhakti, Siwalik, dan Arta Ijo ditanam di tiga tempat, yaitu
Mojosari, Malang, dan Batu (28, 435, dan 875 m dpl
pada bulan April - Agustus 1992). Penelitian bertujuan
untuk menduga suhu dasar dan jumlah panas pada berbagai
fase perkembangan, meneliti kemungkinan penggunaan metode
satuan panas sebagai dasar penggolongan umur masak, dan
melihat kemungkinan adanya interaksi antara varietas dengan
tinggi tempat dalam hal kebutuhan panas.
Suhu udara merupakan faktor lingkungan yang sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman
kacang hijau, kecuali pada fase berkecambah dan fase berbunga
penuh varietas Siwalik dan Arta Ijo. Perkecambahan
biji sangat dipengaruhi oleh suhu tanah. Sedangkan pembungaan
varietas Siwalik dan Arta Ijo dipengaruhi oleh
panjanghari. Pada kondisi suhu sub-optimal, peningkatan
suhu meningkatkan laju perkembangan tanaman, dan berakibat
peningkatan pertumbuhan tanaman, jumlah polong/tanaman
dan hasil biji kering.
Metode pendugaan model regresi menggunakan data suhu
udara basil penelitian di lapang untuk menduga suhu dasar,
jumlah panas dan umur tanaman mempunyai potensi untuk
dapat dikembangkan penggun aannya dalam penelitian-penelitian
di lingkungan yang tidak terkendali. ...
