View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Pola Spasiotemporal dan Variabilitas Kekeringan di Provinsi Riau Berdasarkan Model CMIP6

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (3.825Mb)
      Date
      2023
      Author
      Hidayat, Rahmat
      Taufik, Muh
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pemahaman dan informasi kekeringan secara spasial dan temporal mengenai potensi perubahan karakteristik kekeringan di masa depan diperlukan untuk mengelola risiko kekeringan, mengurangi kemungkinan dampak bagi lingkungan dan berbagai sektor sosial-ekonomi, terutama di bawah perubahan iklim dengan adanya potensi peningkatan kekeringan. Studi ini menyelidiki pola spasial dan temporal kekeringan di Provinsi Riau, Indonesia, berdasarkan data model CMIP6 dengan indeks Standarized Precipitation Index (SPI) dan Standarized Precipitation Evapotranspiration Index (SPEI). Perhitungan SPI dan SPEI berdasarkan pada akumulasi nilai 3 bulanan (SPI3 dan SPEI3) dan 12 bulanan (SPI12 dan SPEI12). Proyeksi skenario CMIP6 yang dipilih yaitu SSP245 dan SSP585 periode 2031-2060. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik kekeringan yaitu frekuensi, durasi, intensitas, tingkat keparahan, dan luasan area kekeringan di Provinsi Riau. Hasil studi menunjukkan bahwa frekuensi kekeringan historis sebesar 13,72% dengan durasi 4 bulan pada skala 3 bulanan, dan 7% dengan durasi hingga 8 bulan pada skala 12 bulanan. Dibandingkan dengan periode historis, kejadian kekeringan diproyeksikan memiliki frekuensi lebih sering, durasi lebih pendek, dan tingkat keparahan lebih rendah pada skala 3 bulanan. Namun untuk skala 12 bulanan, frekuensi kekeringan lebih jarang, durasi lebih lama, namun dengan tingkat keparahan lebih tinggi. Selain itu, ada kecenderungan potensi penurunan intensitas kekeringan di bawah kedua skenario. Luasan area terdampak kekeringan berpotensi meningkat dan bergeser menjadi lebih besar dan lebih parah hingga 30% di masa depan. Temuan dari riset ini mengindikasikan perlunya antisipasi dampak kekeringan agar potensi kerentanan ekosistem lahan gambut dapat tertangani dengan baik di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang bagaimana karakteristik kekeringan di masa depan akan berubah akibat perubahan iklim dari perspektif dinamika spatiotemporal.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123095
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1720]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository