Pengaruh pH Prahidrolisis Serpih Dan Pemakaian Alkali Aktif Terhadap Sifat Pulp Rayan
View/ Open
Date
1989Author
Siagian, Rena Mutiara
Achmadi, Suminar Setiati
Silitonga, Toga
Musa, M. Sjarkani
Metadata
Show full item recordAbstract
Pembuatan pulp rayon pada dasarnya sama dengan pembuatan pulp kertas, kemurnian tetapi selulosa menjadi pertimbangan lebih yang diarahkan untuk tinggi, sehingga kedua. Proses mendapatkan rendemen pulp prahidrolisis sebelum pengolahan pulp diharapkan dapat merombak komponen kimia kayu terutama hemiselulosa dan bukan selulosa lainnya, sehingga memudahkan pemisahan selulosa di dalam pengolahan pulp.
Tujuan utama penelitian ini adalah mempelajari derajat keasaman (pH) prahidrolisis serpih dan pengaruh pemakaian alkali aktif dalam upaya memperoleh kemurnian pulp yang layak untuk industri rayon. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan kayu Macadamia hildebrandii dan Eucalyptus deglupta sebagai bahan baku pulp rayon.
Pada penelitian ini digunakan kayu (Macadamia hildebrandii van Steen) yang berasal dari Sipanganbolon, Sumatera Utara, dan leda (Eucalyptus deglupta B1.) Jawa Barat. Pengolahan pulp dilakukan dalam skala laboratorium, melalui proses prahidrolisis sulfat dengan pemutihan bertingkat СЕНЕНА.
Proses prahidrolisis dilakukan berbagai tingkat pH, yaitu pH 5, pH 7 dan pH 9 dengan suhu maksimum 160°C selama 60 menit dan nisbah kayu dan larutan 1: 4. Proses pemasakan berlangsung pada suhu maksimum 170°C selama 90 menit dengan sulfiditas 25% dan nisbah kayu 1 : 4. Pemakaian alkali aktif dilakukan tingkat, yaitu 16 dan 18%...dst
