Analisis Sebaran Oksigen Terlarut dengan Penerapan Model Streeter-Phelps di Sungai Cisindangbarang
Abstract
Sungai Cisindangbarang merupakan anak Sungai Cisadane di bagian hilir yang
sebagian besar dimanfaatkan untuk sektor pertanian, perkebunan dan domestik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Cisindangbarang,
menerapkan pemodelan Streeter-Phelps dan menganalisis kemampuan purifikasi
alami Sungai Cisindangbarang. Metode penelitian diawali dengan penentuan titik
sampling di 10 pos yang mewakili hulu, tengah dan hilir, kemudian dilakukan
pengujuan kualitas air. Hasil pengukuran nilai suhu, pH, kekeruhan dan DO di
sepanjang Sungai Cisindangbarang masih memenuhi baku mutu kecuali BOD pada
pos 1 di bulan Mei. Pemodelan dengan tingkat akurasi yang paling tinggi adalah
pemodelan dengan persamaan reaerasi yang dikembangkan oleh Susanto (SU).
Nilai konstanta pemurnian di Sungai Cisindangbarang sebesar 2,33 di bulan Maret
dan 2,35 di bulan Mei. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan nilai
konstanta pemurnian Sungai Cisindangbarang yang lebih dari 1 menunjukkan
bahwa proses penambahan oksigen terlarut lebih tinggi daripada pengurangan
oksigen di sepanjang aliran sungai. he Cisindangbarang River is a tributary of the Cisadane River in the lower
reaches which is mostly utilized for the agricultural, plantation and domestic
sectors. This study aims to analyze the water quality of the Cisindangbarang River,
apply Streeter-Phelps modeling and analyze the natural purification capacity of the
Cisindangbarang River. The research method begins with determining the
sampling points at 10 posts representing the upstream, middle and downstream,
then testing the water quality. The results of measuring the values of temperature,
pH, turbidity and DO along the Cisindangbarang River still meet the quality
standards except for BOD at post 1 in May. The model with the highest level of
accuracy is the model with the reaeration equation developed by Susanto (SU)
The purification constant value in the Cisindangbarang River was 2.33 in March
and 2.35 in May. Based on the results of this study, it can be concluded that the
purification constant value of the Cisindangbarang River which is more than 1
indicates that the process of adding dissolved oxygen is higher than reducing
oxygen along the river flow
