View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Efektifitas Tata Kelola Program Pemberdayaan Kampung (PPK) Serta Dampaknya Terhadap Pengembangan Wilayah Perdesaan di Kabupaten Jayapura Provinsi Papua

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (5.031Mb)
      Date
      2010
      Author
      Kreuta, Balthazar
      Dharmawan, Arya Hadi
      Juanda, Bambang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Model pembangunan yang berpusat pada pertumbuhan dengan filosofi bila terjadi akumulasi kapital dikalangan kelas atas atau pusat, maka kapital tersebut akan menetes kebawah (tricle down effect). Namun sejarah menunjukkan bahwa "trickle down effect" tidak mampu mengangkat kesejahteraan penduduk. Suatu studi komprehensif antar bangsa yang meliputi 74 negara yang dilakukan oleh Adelman dan Morris (1978), menunjukkan bahwa kenaikan GNP cenderung diikuti oleh suatu penurunan dalam proporsi relatif pendapatan nasional yang diterima penduduk termiskin. Dengan demikian efek tetesan ke bawah tidak terjadi. Sebaliknya, yang terjadi justru penyedotan ke atas (trickle-up effect) atau malahan akan terjadi penyedotan produksi (production squeeze). Hal ini terjadi karena program-program pembangunan direncanakan secara terpusat (top down), yang seringkali tidak sesuai dengan masalah-masalah yang dihadapi dan kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat bawah yang menjadi tujuan pembangunan. Pemberdayaan diyakini sebagai sebuah "model pembangunan alternatif" atas model pembangunan yang berpusat pada pertumbuhan. Pemberdayaan merupakan sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan paradigma baru pembangunan, yakni yang bersifat "people centred, participatory, empowering, and sustainable" (Chambers, 1995). Konsep ini lebih luas dari hanya semata-mata memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) atau menyediakan mekanisme untuk mencegah proses pemiskinan lebih lanjut (safety net), yang pemikirannya belakangan ini banyak dikembangkan sebagai upaya mencari alternatif terhadap konsep-konsep pertumbuhan di masa yang lalu. Konsep ini berkembang dari upaya banyak ahli dan praktisi untuk mencari apa disebut sebagai alternative development, yang menghendaki 'inclusive democracy, appropriate economic growth, gender equality and intergenerational equaty" (Kartasasmita, 1997)...dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119209
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4149]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository