View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengelompokan Fragmen Metagenom Menggunakan Self-Organizing Map (SOM)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (19.53Mb)
      Date
      2015
      Author
      Achmad, Yunita Fauzia
      Kusuma, Wisnu Ananta
      Sukoco, Heru
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Metgenomics adalah cabang dari bioinformatika yang mempelajari tentang metagenom, sekelompok mikroorganisme yang diambil langsung dari lingkungan tanpa proses kultur. Fragmen-fragmen yang diperoleh dari metagenom mengandung berbagai organisme dan melakukan proses perakitan secara langsung dapat menghasilkan chimeris contigs. Dengan demikian, metode untuk mengurangi kesalahan dalam proses perakitan diperlukan binning. Binning adalah metode pengelompokan fragmen berdasarkan taksonomi. Dalam penelitian ini, binning yang digunakan berdasarkan pendekatan komposisi. Dalam pendekatan ini menggunakan SOM (self-organizing map). SOM adalah metode jaringan saraf tiruan yang telah berhasil dipetakan dalam dimensi yang lebih tinggi. SOM memiliki dua metode pelatihan yaitu sequential training dan batch training. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan dua metode pelatihan SOM dalam pengelompokan fragmen metagenom. Penelitian ini juga menggunakan k-mers sebagai metode ekstrasi fitur. Kmer menggunakan jumlah kombinasi K (kombinasi pasangan basa (ATCG)). K yang digunakan adalah K = 4 berarti membentuk 44 = 256 kombinasi pasangan basa dan K = 5 berarti membentuk 45 = 1024 kombinasi pasangan basa. Penelitian ini juga menggunakan proses normalisasi dengan tujuan untuk menghilangkan nila-nilai yang rangkap hasil ekstrasi fitur. Metode normalisasi yang digunakan adalah normalisasi min-max. Penelitian ini membandingkan kedua metode pelatihan yaitu sequential training dan batch training untuk menemukan teknik pengelompokan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batch training dapat mencapai 3.64% dari map size [15 15]. Nilai kesalahan ini lebih kecil dari sequential training yang mendapatkan nilai kesalahan 7.06% dari map size [10 10]. Hasil ANOVA dalam penelitian in pada dua metode pelatihan SOM. Sequential training kombinasi pentanukleotida dan tetranukleotida perhitungan quantization error dan persentase galat memiliki hasil yang signifikan untuk pengelompokan fragmen metagenom. Perhitungan topographic error menghasilkan nilai yang tidak signifikan terhadap pengelompokan fragmen metagenom. Pehitungan ANOVA yang dilakukan dalam batch training, bahwa perhitungan quantization error, topographic error dan persentase galat dengan kombinasi tetranukleotida dan pentanukleotida memiliki nilai yang signifikan terhadap pengelompokan fragmen metagenom
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118344
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4149]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository