View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Keanekaragaman dan Distribusi Ficus pada Ekosistem Karst Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1.841Mb)
      Fullteks (7.451Mb)
      Lampiran (1.646Mb)
      Date
      2023-01-26
      Author
      Yelastri
      Sulistijorini, Sulistijorini
      Djuita, Nina Ratna
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ficus merupakan tumbuhan asal kawasan tropis yang menjadi keyspecies karena mempunyai kemampuan berbuah sepanjang tahun sehingga menjadi penyedia pakan saat terjadi kelangkaan sumber daya di alam. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai kawasan yang memiliki bentang alam karst terbesar di Indonesia mempunyai Ficus yang melimpah akan tetapi spesies tersebut sedang mengalami gangguan akibat kehadiran tumbuhan invasif yang dapat mengancam eksistensi Ficus karena dapat mengkolonisasi habitat yang bisa mengubah komposisi keanekaragaman spesies. Kajian ekologi Ficus sebagai spesies kunci masih terbatas. Hal tersebut menjadi penyebab rendahnya informasi untuk melakukan upaya perlindungan dan pelestarian spesies sehingga tujuan dari penelitian adalah menganalisis keanekaragaman dan distribusi Ficus, membandingkan komposisi spesies, dan menganalisis faktor lingkungan yang mempengaruhi Ficus di Resort Pattunuang dan Resort Bantimurung. Tahapan yang dilakukan di dalam penelitian ini adalah pengambilan data ekologi dan data lingkungan yang dilaksanakan pada Januari 2022 sampai dengan Juni 2022. Pengumpulan data vegetasi dengan menggunakan kuadrat bertingkat yang diletakkan secara purposive sampling. Ukuran plot 20 m x 20 m untuk pohon. Di dalam plot 20 m x 20 m dibuat subplot berukuran 10 m x 10 m untuk tiang, 5 m x 5 m untuk pancang dan 2 m x 2 m untuk semai. Di Resort Pattunuang dan Resort Bantimurung masing-masing dibuat sembilan plot dengan metode yang sama. Data ekologi dihitung untuk mengetahui indeks nilai penting (INP) serta indeks ekologi lainnya seperti indeks keanekaragaman (H’), indeks kekayaan (R), indeks kemerataan (E), dan indeks dominansi (C) dianlisis menggunakan software Past versi 4.03. Pola sebaran spesies dihitung menggunakan Indeks Morisita (Id) dan kesamaan spesies dihitung dengan Indeks Similaritas Jaccard (ISJ). Data lingkungan serta data analisis sifat kimia dan fisik tanah yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis komponen utama (AKU) menggunakan program R versi 4.0.4 untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan terhadap keberadaan Ficus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 18 spesies Ficus spp. dengan berbagai tipe fase pertumbuhan. Spesies yang ditemukan dari subgenus Urostigma sebanyak 6 spesies, subgenus Sycidium sebanyak 5 spesies, subgenus Sycomorus sebanyak 4 spesies, subgenus Pharmacosycea sebanyak 2 spesies, dan subgenus Ficus sebanyak 1 spesies. Ficus spp. yang ditemukan di Resort Pattunuang sebanyak 14 spesies dan 15 spesies pada Resort Bantimurung. Kedua lokasi penelitian mempunyai 11 spesies Ficus yang sama yaitu Ficus ampelas, Ficus benjamina, Ficus callophylla, Ficus callosa, Ficus drupacea, Ficus gul, Ficus obscura, Ficus racemosa, Ficus sundaica, Ficus variegata, dan Ficus virens. Sistem reproduksi yang ditemukan yaitu sebanyak 9 spesies monoecious, 8 spesies dioecious, dan 1 spesies gynodioecious. Analisis vegetasi di Resort Pattunuang memperlihatkan komposisi spesies yang mendominasi berdasarkan nilai INP. Spesies Ficus spp. yang ditemukan dengan persentase lebih dari 20% pada tingkat pohon adalah F. sundaica (27,55), F. callophylla (23,79), dan F. subulata (23,02). Spesies lain yang ditemukan mendominasi pada tingkat pohon adalah Pterospermum celebicum (22,29), tangkat tiang adalah Saccopetalum sp. (31,38), tingkat pancang adalah Phaleria capitata (28,14), dan tingkat semai adalah Pterospermum celebicum (22,51). Ficus spp. yang ditemukan mempunyai pola sebaran merata dengan nilai Id 0,91. Dominansi tumbuhan pada Resort Bantimurung dengan persentase nilai IPN lebih dari 20% pada tingkat pohon adalah F. ampelas (29,23), F. virens (28,32), F. drupacea (23,51), pada tingat tiang adalah F. pisifera (39,87), dan tingkat pancang adalah F. pisifera (23,52). Spesies lain yang ditemukan mendominasi pada tangkat pohon adalah Kleinhovia hospita (25,91), tingkat tiang adalah Pterocymbium tinctorium (30,49), tingkat pancang adalah Leea indica (29,32), dan tingkat semai adalah Piper retrofractum (16,72). Ficus spp. yang ditemukan mempunyai pola sebaran merata dengan nilai Id 0,86. Resort Pattunuang memiliki indeks keanekaragaman (H’) pohon tergolong sedang dengan nilai indeks lebih dari 1 dan kurang dari 3, sedangkan tiang memiliki kategori rendah karena nilai indeks kurang dari 1. Kekayaan (R) untuk semua fase pertumbuhan menunjukkan nilai kurang dari 3,5 yang mengindikasikan kekayaan spesies tergolong rendah. Tingkat kemerataan (E) pada semua fase tumbuh menunjukkan nilai yang dekat dengan angka 1 menandakan semua spesies tersebar secara merata. Dominansi (C) pada fase pohon mendekati 0 yang menandakan tidak ada pemusatan spesies, sedangkan untuk tiang menunjukkan nilai dominansi 1 yang mengindikasikan Ficus pada fase tiang terjadi pemusatan spesies. Pada Resort Bantimurung, keanekaragaman (H’) tergolong sedang untuk fase pertumbuhan pohon, tiang, dan pancang karena nilai indeks lebih besar dari 1 namun berada di bawah 3. Kekayaan (R) spesies tergolong rendah karena nilai indeks yang menunjukkan angka di bawah 3,5. Kemerataan (E) menunjukkan angka mendekati 1 mengindikasikan bahwa spesies tersebar secara merata yang didukung oleh nilai dominansi (C) mendekati angka 0 dengan indikasi bahwa tidak ada pemusatan spesies di lokasi penelitian. Kedua Resort mempunyai komposisi Ficus yang relatif sama dengan nilai ISJ 61%. Analisis PCA menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang mempengaruhi keberadaan Ficus di Resort Pattunuang adalah kecepatan angin, suhu tanah, suhu udara, kelembapan tanah, pH tanah, dan kelembapan udara. Resort Bantimurung, keberadaan Ficus dipengaruhi oleh kecepatan angin, suhu tanah, kelembapan tanah, dan kelembapan udara.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116345
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4149]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository