Efektivitas Inokulum Fungi Mikoriza Arbuskula Hasil Fortifikasi Berbeda dalam Meningkatkan Produktivitas Leguminosa pada Tanah Salin
Abstract
Tanah salin memiliki kandungan garam yang tinggi dan produktivitasnya
rendah, sehingga jarang digunakan sebagai lahan pertanian atau lahan hijauan pakan
ternak. Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) merupakan jamur tanah yang memiliki
kemampuan membantu tanaman menyerap air dan unsur hara sehingga dapat
membantu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas inokulum FMA yang diproduksi
dengan teknik fortifikasi nutrisi berbeda terhadap tanaman Clitoria ternatea,
Desmanthus virgatus, dan Stylosanthes guianensis dan efektivitasnya dalam
meningkatkan toleransi tanaman pada cekaman salinitas.
Penelitian didesain dengan tiga rangkaian penelitian berdasarkan perbedaan
jenis tanaman. Penelitian (1) Clitoria ternatea, penelitian (2) Desmanthus virgatus,
dan penelitian (3) Stylosanthes guianensis. Masing-masing penelitian menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 5 x 3 dengan 8 ulangan. Faktor A
adalah perlakuan FMA yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu tanpa inokulasi FMA (F0),
FMA komersial/unggul (FU), FMA fertigasi 1000 ppm (EM1), FMA fertigasi 2000
ppm (EM2), dan FMA fertigasi 3000 ppm (EM3). Faktor B adalah perlakuan tanah
yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu tanah kontrol (T0), tanah salin sedang (T1), dan
tanah salin tinggi (T2).
Hasil penelitian (1) dan (2) menunjukkan interaksi perlakuan FMA dan tanah
salin nyata (p<0,05) meningkatkan persentase kolonisasi akar, total pertambahan
panjang dan tinggi vertikal, berat kering tajuk, berat kering akar, klorofil daun, dan
kandungan prolin daun. Hasil penelitian (3) menunjukkan bahwa inokulasi FMA
pada tanah kontrol nyata (p<0,05) meningkatkan persentase kolonisasi akar, total
pertambahan tinggi vertikal, berat kering tajuk, berat kering akar, dan klorofil daun.
Kesimpulan penelitian (1) FMA EM1, EM2, EM3, dan FU memiliki kualitas yang
sama baik pada tanah salin sedang dan tinggi. Inokulasi FMA meningkatkan
produktivitas Clitoria ternatea pada tanah salin sedang dan tinggi. Clitoria ternatea
toleran pada pada tanah salin sedang dan tinggi. Penelitian (2) FMA EM3 memiliki
kualitas yang lebih baik dibandingkan EM1, EM2, dan FU pada tanah salin tinggi.
Inokulasi FMA meningkatkan produktivitas Desmanthus virgatus pada tanah salin
sedang dan tinggi. Desmanthus virgatus toleran pada tanah salin sedang dan tinggi.
Penelitian (3) FMA EM1 memiliki kualitas yang sama baik dengan EM3 dan FU
namun lebih baik dibandingkan EM2 pada tanah kontrol. FMA tidak mampu
membantu Stylosanthes guianensi menghadapi cekaman salinitas sedang dan tinggi.
Stylosanthes guianensi tidak toleran pada tanah salin sedang dan tinggi.
Collections
- MT - Animal Science [1305]
