View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Melisopalinologi dan Analisis Vegetasi di Sekitar Sunggau Lebah Apis dorsata Kabupaten Belitung

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (854.3Kb)
      Fullteks (2.472Mb)
      Lampiran (440.2Kb)
      Date
      2022
      Author
      Bramasta, Dwika
      Qayim, Ibnul
      Raffiudin, Rika
      Djuita, Nina Ratna
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya merupakan produsen penghasil timah tetapi juga sebagai produsen kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit meningkatkan perekonomian tetapi juga mengubah ekosistem yang sudah ada. Akibatnya beragam habitat khas Pulau Belitung beserta flora dan faunanya terancam rusak dan hilang. Lebah Apis dorsata merupakan hewan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Belitung dengan cara yang khas untuk memperoleh madu yang disebut sistem sunggau. Lebah A. dorsata menghasilkan madu yang berasal dari nektar dan di dalam madu tersebut juga terdapat polen. Melisopalinologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jenis polen dalam madu. Informasi polen ini digunakan untuk menentukan sumber geografi dan botani dari madu. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis komposisi polen yang terdapat dalam madu dan sarang, (2) menganalisis komposisi dan struktur vegetasi, serta (3) menganalisis peran komposisi dan struktur vegetasi terhadap komposisi polen dalam madu dan sarang. Pengambilan sampel madu dan polen sarang serta analisis vegetasi dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2020 di Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Analisis komposisi polen dalam madu dan sarang dilakukan di Laboratorium Divisi Biosistematika dan Ekologi Hewan, Departemen Biologi, IPB University. Pengambilan sampel madu sebanyak 250 mL dan polen dalam sarang sebanyak 15 tabung untuk masing- masing koloni yang berasal dari Pulau Kampak dan Tanjung Rusa. Madu dan polen dalam sarang diasetolisis untuk menghilangkan bagian intine dari polen sehingga polen dapat diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi berupa kelas polen, bentuk polar, ekuatorial, dan ornamen eksin. Analisis vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode transek berpetak untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan apa saja yang berada di sekitar sunggau yang berpotensi sebagai sumber polen dan nektar bagi lebah A. dorsata. Transek dibuat mengikuti arah terbang lebah A. dorsata dengan sunggau sebagai titik pusat penarikan transek. Petak ukur dibuat di sepanjang jalur transek, petak berukuran 20x20 m untuk tingkat pohon, 10x10 m untuk tiang, 5x5 m untuk pancang, dan 2x2 m untuk semai. Data vegetasi dianalisis dengan menghitung nilai Indeks Nilai Penting untuk masing-masing jalur transek. Faktor lingkungan dilakukan pengukuran pada tiap petak ukur untuk mengetahui pengaruhnya terhadap komposisi vegetasi sebagai penyedia polen dan nektar bagi lebah A. dorsata yang meliputi suhu, kecepatan angin, intensitas cahaya, kelembapan udara dan kelembapan tanah. Data faktor lingkungan dari masing-masing lokasi pengamatan dianalisis menggunakan Canonical Correlation Analysis (CCA) dengan program CANOCO. Komposisi vegetasi dibandingkan dengan komposisi polen yang terdapat di dalam madu dan sarang dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini memperlihatkan madu lebah A. dorsata dari Pulau Kampak dan Tanjung Rusa masing-masing terdiri atas delapan jenis polen yang keduanya didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata. Jenis R. mucronata merupakan tumbuhan mangrove dengan bunga yang memiliki polen dan nektar yang banyak diambil oleh lebah A. dorsata. Polen dalam sarang lebah A. dorsata Pulau Kampak terdiri atas 11 jenis polen yang didominasi oleh jenis Melaleuca cajuputi. Jenis M. cajuputi juga merupakan jenis yang dikoleksi oleh lebah karena menyediakan sumber polen dan nektar. Polen dalam sarang lebah A. dorsata dari Tanjung Rusa terdiri atas sembilan jenis polen yang didominasi oleh jenis Elaeis guineensis. Jenis E. guineensis mendominasi di sarang lebah A. dorsata di Tanjung Rusa kerena koloni yang terletak dekat dengan perkebunan kelapa sawit. Bunga sawit memiliki polen yang banyak dikoleksi oleh lebah. Hasil penelitian juga menunjukkan komposisi vegetasi di Pulau Kampak terdiri atas 39 jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam 23 suku. Vegetasi mangrove Pulau Kampak didominasi oleh tumbuhan Lumnitzera littorea, sedangkan vegetasi kerangas didominasi oleh tumbuhan M. cajuputi. Komposisi vegetasi di Tanjung Rusa terdiri atas 47 jenis yang termasuk ke dalam 23 suku. Vegetasi rawa Tanjung Rusa didominasi oleh tumbuhan M. cajuputi, sedangkan vegetasi hutan darat didominasi oleh tumbuhan Acacia mangium. Hasil analisis Correlation Canonic Analysis (CCA) data lingkungan yang didapatkan dari lokasi penelitian menunjukkan bahwa di Pulau Kampak, komposisi jenis penyusun vegetasi mangrove dipengaruhi oleh kecepatan angin dan kelembapan udara. Vegetasi kerangas dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu udara. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa di Tanjung Rusa komposisi jenis penyusun vegetasi rawa lebih dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Vegetasi darat dipengaruhi oleh kelembapan udara. Polen kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan persentase ketiga tertinggi di dalam madu dan kedua tertinggi di dalam sarang lebah A. dorsata di Pulau Kampak meskipun tanaman sawit tidak ditemukan di sekitar sunggau. Perkebunan kelapa sawit terdekat dari Pulau Kampak berjarak 2 km di luar Pulau Kampak. Lebah A. dorsata umumnya mencari sumber polen dan nektar di sekitar sarang dan tidak lebih dari 400 m jika sumber polen dan nektar tersedia, tetapi lebah ini dapat terbang sejauh 5 km jika sumber polen dan nektar tidak tercukupi di sekitar sarang. Jenis E. guineensis sangat berlimpah di Tanjung Rusa karena tumbuh pada perkebunan monokultur sehingga berpengaruh terhadap komposisi polen pada sarang. Perkebunan sawit yang semakin meluas di Belitung akan menghilangkan vegetasi hutan yang sudah ada sehingga keragaman polen yang dapat diambil oleh lebah A. dorsata akan semakin terbatas.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/115008
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4149]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository