Clustering Penyakit Tanaman Padi Menggunakan Fuzzy C-Means Dan Algoritme Genetika
Abstract
Indonesia memiliki luas lahan pertanian yang sangat besar. Kehidupan
masyarakat sangat bergantung pada hasil pertanian yaitu padi sebagai
kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Padi merupakan
salah satu pertanian yang sangat penting untuk perekonomian di Indonesia.
Pada tahun 2019, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa luas
panen dan produksi padi mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018
masing-masing sebesar 6,15% dan 7,76%. Salah satu faktor yang
mempengaruhi penurunan hasil panen padi adalah organisme pengganggu
tanaman (OPT) di antaranya yaitu hama, penyakit maupun gulma.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan clustering jenis penyakit
tanaman padi berdasarkan citra daun sehingga dapat mengetahui jenis
penyakit tanaman padi, hasil clustering jenis penyakit tanaman padi akan
dioptimasi menggunakan Fuzzy C-Means (FCM) dan Algoritme Genetika
(GA). Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang
berasal dari teaching farm sawah IPB dan sawah Cianjur dengan total 120
objek dan data sekunder yang berasal dari UCI repository rice leaf diseases
dataset dengan total 120 objek. Data yang sudah diperoleh kemudian
dilakukan praproses citra dan ekstraksi fitur Gray Level Co-occurrence
Matrix, tahapan selanjutnya dilakukan reduksi dimensi data menggunakan
Principal Component Analysis (PCA).
Pada penelitian ini penggunaan metode FCM dan GA digunakan untuk
melakukan clustering dari hasil reduksi data menggunakan PCA. Hasil
clustering kemudian dilakukan evaluasi. Berdasarkan hasil clustering
menggunakan FCM diperoleh cluster 0 (leaf smut) sebanyak 40 objek, cluster
1 (bacterial leaf blight) sebanyak 72 objek dan cluster 2 sebanyak 8 objek
(brown spot). Berdasarkan hasil optimasi menggunakan GA-FCM diperoleh
cluster 0 (leaf smut) sebanyak 26 objek, cluster 1 (brown spot) sebanyak 4
objek, cluster 2 (bacterial leaf blight) sebanyak 90 objek.
Hasil evaluasi optimasi GA-FCM diperoleh peningkatan
pengelompokkan clustering menjadi lebih tepat untuk mencapai titik cluster
center yang optimal dibandingkan dengan FCM yang menghasilkan nilai
silhoutte coefficient sebesar 0,655; nilai random index sebesar 0,602 dan nilai
adjusted random index sebesar 0,234. Hasil evaluasi kedekatan pola optimasi
menggunakan GA-FCM menunjukkan bahwa terdapat peningkatan
jangkauan jarak cluster center yang lebih besar serta menambah variasi pola
cluster center dengan nilai maximum distance sebesar 712, nilai minimum
distance sebesar 208, nilai mean distance sebesar 475 dan nilai standard
deviation sebesar 244
