Hubungan Aktivitas Fisik, Stres, dan Kebiasaan Konsumsi Minuman Berkafein dengan Dismenore Primer pada Remaja Putri
Abstract
Remaja mengalami perkembangan biologis ditandai dengan menstruasi pertama yang dapat menyebabkan berbagai permasalahan termasuk dismenore primer. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan aktivitas fisik, tingkat stres, dan kebiasaan konsumsi kafein dengan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 1 Kebumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2022 pada 95 subjek dengan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan, wawancara, serta pengisian kuesioner meliputi SQ-FFQ (Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire), recall aktivitas fisik 2x24 jam, DASS-21 (Depression, Anxiety, and Stress Scale-21), karakteristik menstruasi subjek dan VAS (Visual Analogue Scale). Subjek sebagian besar berusia 16 tahun (43,2%) dengan status gizi normal (85,3%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan dismenore primer (p =0,026, r=0,229). Tidak ada hubungan yang signifikan pada status gizi, aktivitas fisik, dan kebiasaan konsumsi kafein dengan dismenore primer (p>0,05). Female adolescents experience biological development marked by the first menstruation which can cause various problems include primary dysmenorrhea. The aim of this study was to analyze the relationship between physical activity, stress levels, and caffeine consumption habits with primary dysmenorrhea in adolescent girls at SMAN 1 Kebumen. This study was conducted in JanuaryFebruary 2022 on 95 subjects with a cross sectional study. Data was collected by measuring height and weight, interviewing, and filling out questionnaires including SQ-FFQ (Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire), recall of physical activity 2x24 hours, DASS-21 (Depression, Anxiety, and Stress Scale21), the subject's menstrual characteristics and VAS (Visual Analogue Scale). Most of the subjects were 16 years old (43.2%) with normal nutritional status (85.3%). The results showed significant relationship between stress levels and primary dysmenorrhea (p=0.026, r=0.229). There was no significant relationship between nutritional status, physical activity, and caffeine consumption habits with primary dysmenorrhea (p>0.05).
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]
