Evaluasi mannan bungkil inti sawit dalam ransum terhadap performa ayam broiler
Abstract
Penggunaan antibiotik growth promoters (AGP) dibatasi di industri perunggasan, karena mempunyai beberapa efek negatif yaitu meninggalkan residu pada produk akhir unggas. Salah satu alternatif AGP adalah polisakarida yang mengandung mannan. Mannan bersifat antimikrobial dan bersifat alamiah sehingga tidak menyebabkan residu pada produk akhir unggas. Salah satu bahan yang berpotensi dijadikan sumber ikatan mannan adalah bungkil inti sawit (BIS). Kandungan mannosa dalam BIS mencapai 68,9% serta ketersediaanya terjamin di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian bungkil inti sawit mannan dalam ransum terhadap performans ayam broiler. Sebanyak 234 ekor ayam pedaging strain ross dibagi menjadi 18 kandang dan diberi tiga perlakuan dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan terdiri dari P0 = ransum kontrol (mengandung 0% bungkil inti sawit mannan), P1 = ransum yang mengandung mannan bungkil inti sawit 0,25%, dan P2 = ransum yang mengandung mannan bungkil inti sawit 0,50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa ayam broiler dengan penambahan bungkil inti sawit mannan dengan kadar 0,25% dan 0,50% dapat meningkatkan pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, dan menurunkan konversi ransum dan mortalitas ayam broiler namun tidak tidak mempengaruhi konsumsi ransum. IOFC yang dihasilkan dengan menggunakan mannan bungkil inti sawit 0,25% dalam ransum ayam broiler lebih efisien dalam menghemat biaya pakan selama pemeliharaan. Dapat disimpulkan bahwa mannan dari bungkil inti sawit berpengaruh terhadap performa ayam broiler dan IOFC.
