Prediksi Adverse Drug Reactions Menggunakan Multilabel Linear Discriminant Analysis dan Multi-label Learning
Adverse Drug Reactions Prediction Using Multi-label Linear Discriminant Analysis and Multi-label Learning
Date
2020Author
Dinilhak, Afdhal
Kusuma, Wisnu Ananta
Wijaya, Sony Hartono
Metadata
Show full item recordAbstract
Adverse Drug Reactions (ADR) atau yang biasa disebut dengan efek samping
obat adalah reaksi terhadap obat yang tidak diharapkan dan berbahaya saat
digunakan oleh manusia dalam dosis normal untuk profilaksis, diagnosis, terapi
penyakit, atau modifikasi fungsi fisiologis. ADR telah menimbulkan banyak
masalah dan kerugian dalam berbagai bidang, terutama bidang kesehatan dan
ekonomi. Prediksi ADR selama siklus pengembangan obat dapat menjadi solusi
untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh ADR. Beberapa pendekatan
komputasi telah dikembangkan untuk memprediksi potensi ADR dari obat-obatan.
Prediksi ADR menggunakan pendekatan komputasi selama siklus pengembangan
obat dapat mengurangi biaya pengembangan obat dan memberikan tindakan yang
lebih aman bagi pasien.
Efek samping dari obat digunakan sebagai kelas atau label data dalam
melakukan prediksi ADR. Obat umumnya memiliki beberapa efek samping,
sehingga data obat dalam penelitian ini direpresentasikan sebagai data multi-label
dan prediksi ADR dikategorikan ke dalam masalah multi-label learning
(pembelajaran multi-label). Data multi-label merupakan data berdimensi fitur
besar. Reduksi dimensi fitur dapat membuat proses pelatihan model prediksi
menjadi lebih efisien dan efektif. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah
melakukan reduksi dimensi fitur terhadap data obat yang berupa data multi-label
dan memprediksi ADR menggunakan pembelajaran multi-label. Reduksi dimensi
fitur dilakukan dengan menggunakan Multi-label Linear Discriminant Analysis
(MLDA) yang merupakan pengembangan dari Linear Discriminant Analysis
(LDA) untuk menangani data multi-label. Model prediksi ADR dibangun dengan
menggunakan tiga algoritme pembelajaran multi-label, yaitu Multi-label K-Nearest
Neighbor (MLKNN), Neural Network (NN), dan Deep Neural Network (DNN).
MLDA mampu mereduksi dimensi fitur dataset 1 dari 881 fitur menjadi 6
fitur baru dan dataset 2 dari 2892 fitur menjadi 6 fitur baru. Kinerja masing-masing
model dievaluasi dengan menggunakan beberapa metrik evaluasi yang dikhususkan
untuk pembelajaran multi-label, yaitu accuracy, hamming loss, F1-score, dan
AUC-ROC. Penggunaan MLDA dalam membangun model prediksi ADR mampu
meningkatkan kinerja model prediksi MLKNN, NN, dan DNN. Pada dataset 1,
penggunaan MLDA meningkatkan nilai AUC-ROC model prediksi MLKNN, NN,
dan DNN berturut-turut sebesar 1.56%, 5.67%, dan 6.53%. Adapun pada dataset 2
penggunaan MLDA meningkatkan nilai AUR-ROC model prediksi MLKNN, NN,
dan DNN berturut-turut sebesar 3.88%, 6.67%, dan 6.90%. Berdasarkan hasil
evaluasi kinerja model prediksi pada penelitian ini, model DNN yang diintegrasikan
dengan MLDA menghasilkan kinerja terbaik untuk dataset 1 maupun dataset 2.
Kemudian diikuti oleh model NN yang diintegrasikan dengan MLDA dan model
MLKNN yang diintegrasikan dengan MLDA.
