Evaluasi Kualitas Dedak Padi Lokal Berdasarkan Karakter Fisik dan Pendugaan Kimia di Kabupaten Asahan Sumatera Utara
Date
2022Author
Sitanggang, Evi Gustika
Laconi, Erika Budiarti
Ridla, Muhammad
Metadata
Show full item recordAbstract
Dedak padi merupakan hasil produk samping dari penggilingan beras
menjadi padi yang dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak. Kualitas
nutrien dan produksi dedak padi dari setiap daerah berbeda-beda. Penelitian ini
betujuan mengkaji kualitas dedak padi berdasarkan karakter fisik dan pendugaan
komposisi kimia berdasarkan model matematika dedak padi di daerah Asahan
Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)
dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Data penelitian dianalisis dengan ANOVA, jika
terdapat hasil yang signifikan dilanjutkan dengan uji Duncan. Nilai KT dan KPT
tertinggi yaitu 348,92 g L-1 dan 510,34 g L-1
, Nilai KT dan KPT paling rendah
adalah 296,57 g L-1 dan 392,08 g L-1
. Desa Simpang Jampalan Kecamatan Simpang
Empat memiliki kualitas dedak padi tertinggi, sedangkan Desa Pasar VI Kecamatan
Rawang memiliki kualitas dedak padi paling rendah. Dedak padi hasil penelitian
termasuk dalam mutu II dan III SNI. Rice bran is a by-product of milling rice into rice which is used as an animal
feed ingredient. Nutrient quality and rice bran production from each region are
different. This study aims to examine the quality of rice bran based on physical
characteristics and estimate chemical composition based on the mathematical
model of rice bran in the Asahan area of North Sumatra. This study used a
completely randomized design (CRD) with 8 treatments and 4 replications. The
research data were analyzed by ANOVA, if there were significant results, it was
continued with Duncan's test. The highest bulk density and compact bulk density
values were 348,92 g L-1 and 510,34 g L-1
, the lowest bulk density and compact bulk
density values were 296,57 g L-1 and 392,08 g L-1
. Simpang Jampalan Village,
Simpang Empat District had the highest quality of rice bran while Pasar VI Village,
Rawang District had the lowest quality of rice bran. Rice bran research results are
included in the quality II and III SNI
