View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kinerja Produksi Pembesaran Lobster Pasir Panulirus homarus dalam Karamba Jaring Apung dengan Jumlah Selter Berbeda

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (246.6Kb)
      Fullteks (10.18Mb)
      Lampiran (1.625Mb)
      Date
      2022
      Author
      Nurjannah, Siti
      Effendi, Irzal
      Budiardi, Tatag
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu tantangan dalam budidaya lobster adalah tingkat kelangsungan hidup yang rendah akibat kanibalisme. Kanibalisme biasanya terjadi setelah lobster mengalami proses pergantian kulit (moulting) sehingga perlu ditambahkan selter sebagai tempat berlindung bagi lobster. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan jumlah selter yang berbeda terhadap kinerja produksi pembesaran lobster pasir dalam karamba jaring apung (KJA). Jumlah selter yang digunakan sebanyak 0 (tanpa selter), 4, dan 8 unit/m2. Selter yang digunakan berupa pipa PVC berdiameter 3,5 inci dengan panjang sekitar 20 cm. Penelitian ini dilakukan di perairan Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Lobster yang digunakan berasal dari pengumpul lobster di Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat. Lobster didatangkan ke lokasi penelitian menggunakan sistem transportasi kering dan tertutup melalui jalur darat dan laut dengan lama waktu sekitar 12 jam. Bobot rata-rata lobster 92,45±0,40 g dan panjang 14,34±0,01 cm. Lobster ditebar dengan kepadatan 8 ekor/m3 ke dalam jaring berukuran 1×1×1,5 m3 pada KJA dan diberi pakan buatan komersial (protein 42%) sebanyak 2 kali sehari sebanyak 5% dari biomassa. Lobster dipelihara selama 40 hari dan dilakukan pengukuran setiap 10 hari sekali meliputi tingkat kelangsungan hidup (TKH), laju pertumbuhan spesifik (panjang dan bobot), laju pertumbuhan mutlak (panjang dan bobot), frekuensi moulting, rasio konversi pakan, dan tingkah laku. Frekuensi moulting terbanyak sejumlah 3,33 ekor/40 hari pemeliharaan pada perlakuan A dan B. Tingkah laku lobster pasir yang diamati menunjukkan aktivitas yang normal. Hasil penelitian terbaik terdapat pada perlakuan B (4 unit/m2) dengan TKH sebesar 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian selter dapat meningkatkan kelangsungan hidup lobster (P<0,05), tetapi tidak memengaruhi pertumbuhan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/110758
      Collections
      • UT - Aquaculture [2191]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository