Analisis Situasi Ketahanan Pangan serta Hubungannya dengan Prevalensi Stunting di Provinsi Banten
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis situasi ketahanan pangan serta menganalisis hubungannya dengan prevalensi stunting di Provinsi Banten. Data yang digunakan yaitu data sekunder dengan unit analisis 8 kabupaten/kota di Provinsi Banten tahun 2017 dan 2018. Tingkat ketersediaan energi dan protein tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) (<90%) dan skor Pola Pangan Harapan (PPH) ketersediaan tidak memenuhi skor ideal (<100). Tingkat kemiskinan lebih tinggi dari target. Proporsi persentase pengeluaran pangan per kapita penduduk lebih besar daripada pengeluaran non pangan. Tingkat kecukupan energi dan protein sudah memenuhi SPM (>90%). Namun, skor PPH konsumsi belum memenuhi skor ideal (<100). Rata-rata lama sekolah perempuan yaitu setara dengan SMP. Angka Harapan Hidup (AHH) lebih rendah dari skor nasional (<71 tahun). Prevalensi stunting tahun 2017 tergolong tinggi (>29%) sedangkan pada tahun 2018 tergolong rendah (≤29%). Terdapat hubungan signifikan searah (p<0.05) antara tingkat ketersediaan energi dan protein, skor PPH ketersediaan, tingkat kemiskinan, dan pengeluaran pangan per kapita dengan prevalensi stunting. Terdapat hubungan signifikan yang tidak searah (p<0,05) antara tingkat kecukupan protein, skor PPH konsumsi, rata-rata lama sekolah perempuan, dan AHH dengan prevalensi stunting. Terdapat hubungan tidak signifikan (p>0,05) antara tingkat kecukupan energi dengan prevalensi stunting.
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]
