Studi DNA Barcoding Diospyros spp. Kawasan Malesia
Date
2021-08-07Author
Wanda, Irvan Fadli
Chikmawati, Tatik
Djuita, Nina Ratna
Metadata
Show full item recordAbstract
Diospyros spp. di kawasan Malesia memiliki keanekaragaman yang tinggi
dan berpotensi sebagai komoditi ekonomi. Namun, banyak Diospyros spp. yang
belum teridentifikasi dan kurang tepat dalam identifikasi serta penamaannya
sehingga keanekaragaman tersebut perlu dikonfirmasi. Identifikasi hingga tingkat
jenis pada marga Diospyros spp. sulit dilakukan karena keberadaan organ generatif
(bunga dan buah) jarang ditemukan sedangkan organ generatif merupakan ciri
pembeda yang biasa digunakan untuk identifikasi jenis dari marga Diospyros spp.
Pendekatan DNA barcoding pada daun dapat digunakan dalam identifikasi jenis
spesimen hidup Diospyros spp. di kawasan Malesia. Tujuan dari penelitian ini
untuk memberikan informasi mengenai keanekaragaman Diospyros spp. di
kawasan Malesia melalui pendekatan DNA barcoding dan mengungkapkan
informasi filogeni Diospyros spp. di kawasan Malesia.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2020 hingga Februari 2021 di
Laboratorium Molekuler Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya,
LIPI. Sampel Diospyros spp. diambil dari koleksi Kebun Raya Bogor. Prosedur
pengamatan DNA barcoding meliputi empat tahap utama yaitu ektraksi DNA,
amplifikasi, visualisasi DNA dan produk PCR, serta sekuensing. Primer barcoding
yang digunakan berasal dari plastida trnL-F intergenic spacer (IGS). Data sekuen
DNA barcoding dianalisis menggunakan perangkat lunak BioEdit untuk proses
konstruksi konsensus sekuen. Selanjutnya dilakukan data mining melalui BLAST
secara online untuk identifikasi kemiripan sekuen berdasarkan database yang
terdapat di National Center for Biotechnology Information (NCBI), Multiple
alignment sequences melalui multiple sequence comparison by log-expectation
(MUSCLE) dan konstruksi pohon filogenetik dengan metode Maksimum
Parsimoni (MP) dan algoritma Tree-Bisection-Regrafting (TBR) yang dilakukan
menggunakan perangkat lunak MEGA X dengan pairwise deletion option dan
bootstrap 1000x. Konstruksi pohon filogenetik menggunakan 20 aksesi Diospyros
spp yang disekuensing, 40 aksesi sekuen Diospyros spp. hasil BLAST dan empat
outgroup berasal dari database NCBI.
Keanekaragaman Diospyros spp. di kawasan Malesia telah diungkapkan
terhadap 20 aksesi yang mewakili 18 jenis Diospyros. melalui pendekatan DNA
barcoding dengan menggunakan primer trnL-F IGS. Sepuluh jenis Diospyros
merupakan informasi sekuen baru yang dipublikasikan di Kawasan Malesia.
Berdasarkan lokasi asal aksesi, Diospyros paling banyak ditemukan di Pulau Jawa
(6 aksesi) dan Sulawesi (5 aksesi), sedangkan yang paling sedikit ditemukan di
Pulau Sumatra dan Filipina, masing-masing satu aksesi. Validasi pada 20 aksesi
Diospyros dengan data sekuen pada GenBank menunjukkan adanya hubungan
kekerabatan dengan 44 jenis Diospyros lainnya di dunia. Rata-rata frekuensi
nukleotida pada sekuen trnL-F IGS dalam Diospyros spp. adalah 34,7 % (T),
21,0 % (C), 29,2 % (A), dan 15,0 % (G). Analisis filogenetik menggunakan metode
maksimum parsimoni dan 1000 ulangan bootstrap pada 68 DNA sekuen (64
Diospyros spp. dan empat outgroup) menghasilkan satu pohon filogeni yang kokoh
dengan nilai consistensy index (CI) 0,82 dan retention index (RI) 0,89.
Semua Diospyros spp. yang dianalisa membentuk satu kelompok monofiletik
dan selanjutnya terbagi menjadi tujuh klada. Ketujuh klada ini memperbarui data
filogenetik Diospyros di Kawasan Malesia. Hipotesis kedekatan biogeografi
mendukung hasil filogenetik. Distribusi jenis dalam klada ditentukan berdasarkan
kemiripan basa nukleotida dan juga dapat dikelompokkan berdasarkan sebaran dari
Diospyros tersebut: Kawasan Malesia (klada I dan V), Kawasan Malesia-Kaledonia
(klada III dan IV), Kosmopolit hampir di semua bioregion (klada II, VI dan VII).
