Kinerja Air Blower untuk Pengendalian Gulma pada Berbagai Pengaturan Jumlah Baling-baling dan Tipe Nosel Air Blower
Abstract
Penggunaan sprayer elektrik yang digabung dengan air blower dapat
menambah jangkauan penyemprotan akibat adanya udara yang dihasilkan oleh
baling-baling pada blower sehingga dapat melawan kecepatan angin lingkungan.
Kinerja penyemprotan herbisida menggunakan sprayer elektrik dan air blower
yang optimum dapat ditingkatkan dengan cara mengatur jumlah baling-baling dan
tipe nosel air blower. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja air
blower dengan sprayer elektrik pada kombinasi pengaturan jumlah baling-baling
dan tipe nosel air blower untuk pengendalian gulma lahan kering. Hasil uji kinerja
sprayer elektrik dan air blower yang optimum di laboratorium diperoleh pada
kombinasi perlakuan B6N8 (baling-baling 6 dengan nosel shower 8 lubang) yang
mampu menghasilkan diameter droplet sebesar 113.96 µm, kerapatan droplet
sebesar 362.39 droplet/cm2
, lebar penyemprotan efektif sebesar 0.64 m, debit
penyemprotan efektif sebesar 2.60 liter/menit dan jangkauan penyemprotan efektif
serta jangkauan penyemprotan total masing-masing sebesar 0.96 m dan 4 m. Hasil
outdoor testing yaitu aplikasi herbisida di lahan kering, sesuai dengan hasil uji
kinerja indoor testing di laboratorium, bahwa pada kombinasi perlakuan B6N8
dengan konsentrasi larutan herbisida 1.5%, kecepatan maju aplikasi sebesar 0.3
m/s dan jangkauan penyemprotan total di lahan sebesar 4.4 m menghasilkan
efektivitas pengendalian gulma sebesar 81.33%. Kapasitas lapang teoritis yang
dihasilkan adalah sebesar 0.475 ha/jam dengan kapasitas keluaran sebesar 2.131
liter/ha, serta biaya aplikasi herbisida sebesar Rp 132.102/ha.
